Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Bukan Nomor Biasa
Ilustrasi gambar: GeminiAI

Bukan Nomor Biasa

Tantangan Hari ke-2072

#TantanganGurusiana-6

***

Hari ini jam 13.30 mengantarkan adik yang kebetulan mengikuti diklat guru BK tingkat SMP, yang diselenggarakan oleh BGTK Provinsi Jambi. Setelah melalui perjalan lumayan jauh dari dataran tinggi Kerinci, yang oleh sastrawan Belanda disebut Negeri Sekepal Tanah dari Surga. Negeri yang seperti di atas awan tersebut, memang penuh kisah jika melalui perjalanan darat. Bisa dibayangkan bagaimana kondisi penumpang, manakala mobil yang membawanya melewati beberapa tikungan yang mirip dengan huruf "S."

Kisah hari ini bukan tentang perjalanan mobil yang membawa sekian banyak penumpang dari daerah paling dingin tersebut. Tapi saat saya mengantarkan mereka ke lokasi kegiatan di salah satu hotel di Kota Jambi. Saat mendekati lampu merah di pertigaan Simpang Aur Duri, tiba-tiba di depan kendaraan saya, berhenti sebuah mobil dengan nomor kendaraan yang unik. Bukan nomor kendaraan Provinsi Jambi, tapi dari provinsi yang ibu kotanya sangat menghebohkan. Bagaimana tidak heboh, provinsi ini ibukotanya di "Serang."

Nomor unik ini mengingatkan saya pada sosok perempuan luar biasa. Istri tercinta Baginda Rasulullah. Mau tahu nomor kendaraan tersebut? Ini dia. Kendaraan buatan negeri sakura tersebut dengan nomor kendaraan A 154 AH. Jika dibaca akan menjadi sebuah nama, yaitu AISAAH.

Kembali teringat dengan berbagai kisah unik nomor kendaraan Provinsi Jambi. Saat Nopol tersebut terjadi gangguan, kebiasaan sebagian besar masyarakat akan langsung menegurnya dengan menyebut inisial nomor kendaraan yaitu BH. Pernah satu kali terjadi, "Maaf Mbak, BHnya miring," ujar salah seorang pengendara motor di lampu merah. Kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya? Semua mata tertuju kepada si Mbak tersebut, yang secara spontan memegang bagian belakang punggungnya.

Ternyata yang bersangkutan lupa, kalau pelat kendaraannya adalah BH. Barulah si Mbak tersebut tersenyum dengan spontan juga ikut tertawa bersama pengendara lainnya di lampu merah. Begitu juga dengan pemilik kendaraan yang suka iseng. Padahal biaya pajak yang harus mereka bayarkan tidaklah murah. Tapi demi kesenangan dan sedikit "jail" dengan suasana. Misalnya ada nomor kendaraannya BH 1000 AN, jika dibaca menjadi Beha seribuan. Ada juga yang memesan nomor BH 454 AH, dibaca Bhasaah.

Ada ide unik lainnya tidak? Khusus untuk nomor kendaraan di daerah masing-masing. Silahkan balas melalui chat di bawah. Atau ide untuk nomor kendaraan khusus Provinsi Jambi. Aya-aya wae atuh Kang...

***

~~ Mendalo Mas, 160925 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post