(Bukan) Sok Kuat
Tantangan Hari ke-2078
#TantanganGurusiana-6
***
Menjalani kegiatan Longmarch yang diselenggarakan oleh sekolah, bagi saya bukanlah hal baru. Karena jarak tempuhnya juga tidak terlalu jauh. Sebab saat saya masih di kelas 1 SMA (sekitar tahun 1990), pernah melakukan kegiatan berjalan kaki mengelilingi Danau Kerinci.
Danau yang terbentuk karena peristiwa vulkanik - tektonik, dengan luas 4.200 hektar, berada pada ketinggian 783 meter di atas permukaan laut, memiliki jari-jari 70 km. Terbayangkan, seperti apa suasana perjalanan saya bersama beberapa rekan, yang kebetulan memiliki kegemaran yang sama, yaitu Pramuka.
Dengan menggunakan pakaian pramuka lengkap, kita berangkat dari rumah sekitar pukul 06.00, bergerak melalui ibu kota kecamatan Danau Kerinci, lalu dilanjutkan menuju kawasan keliling danau, yang pada waktu itu merupakan kecamatan perwakilan dari Danau Kerinci. Selama dalam perjalanan, hanya istirahat shalat zuhur dan makan siang, lalu dilanjutkan lagi sampai masuk waktu ashar. Kembali beristirahat sejenak shalat ashar, kemudian perjalanan dilanjutkan tanpa ada drama sepanjanh perjalanan. Sampai kembali di pintu utama desa Pendung Talang Genting, sekitar pukul 18.00.
Saat mengawali tugas di sekolah berasrama, yang berada di kawasan Pijoan, Kecamatan Jambi Luar Kota, ternyata khusus siswa baru, sebagai bagian dari kegiatan masa Pembinaan Siswa Baru (Masa Basis), maka Longmarch merupakan bagian dari kegiatan Basis tersebut. Jarak tempuh yang harus diselesaikan oleh siswa baru dari sekolah sampai di Taman Remaja, Koto Baru, Kota Jambi lebih kurang 25 km. Untuk ukuran anak-anak era sekarang lumayan jauh. Ini karena mereka terbiasa kemana-mana, walaupun jaraknya dekat, tetap menggunakan kendaraan bermotor. Sehingga tidak terbiasa menempuh perjalanan jauh.
Kegiatan Longmarch ini, bukanlah ajang sok kuat, padahal aslinya tidak mampu. Tapi mengajarkan anak bagaimana merasakan lelahnya berjuang. Jika selama ini selalu mendapatkam kemudahan, maka saat masuk sekolah berasrama, tidak ada lagi fasilitas yang bisa digunakan. Apalagi menggunakan sepeda motor ke sekolah.
Longmarch bukan tentang siapa yang paling kuat. Toh jarak tempuhnya juga belum terlalu jauh. Jika standar jauhnya adalah apa yang dulu pernah saya dan teman-teman lakukan. Menempuh jarak 70 km, dengan panas terik matahari yang lumayan menyengat, namun serunya masih tetap ditemani oleh pemandangan indah sekeliling Danau Kerinci. Jadi jalan jauh alias Longmarch itu bukan sok kuat, tapi melatih dan menempa diri, agar selalu lebih siap menghadapi semua tantangan.
Selamat kepada siswa Angkatan XXXII, dengan selesainya kegiatan Longmarch, sekaligus sebagai penanda Masa Basis sudah makin dipenghujung. Apalagi kegiatan berikutnya masih menunggu, seperti malam pengasuhan dan ditutup dengan acara yang paling mengharu biru. Pemasangan Baret oleh orang tua siswa masing-masing, setelah secara simbolis dipasangkan kepada beberapa siswa oleh pejabat daerah dan Kepala Sekolah. Tetap semangat.
***
~~ Mendalo Mas, 220925 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
