(Bukan) yang Paling Kuat
Tantangan Hari ke-2077
#TantanganGurusiana-6
***
Jika ingin berjalan jauh, jalanlah bersama-sama. Namun jika ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Sepertinya pesan bijak ini memang benar adanya. Bukan hanya kiasan, tapi bisa menjadi bentuk yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Selain memang ada pesan yang disampaikan dalam kalimat tersebut, tidak dalam bentuk aktivitas jalan, tapi berbagai pekerjaan yang besar, tidak akan menjadi rumit manakala dikerjakan secara bersama-sama dan penuh kekompakan.
Hari sabtu, 20 September 2025, sekolah menyelenggarakan kegiatan Longmarch. Menjadi bagian dari masa Basis, siswa baru tahun pelajaran 2025/2026 angkatan XXXII. Kegiatan yang diawali dengan makan pagi (mirip dengan waktu makan sahur saat ramadhan), selanjutnya semua siswa yang beragama Islam yang tidak sedang dalam halangan syar'i, menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid. Lalu dilanjutkan dengan berkumpul di lapangan upacara (Plaza), guna kegiatan pemanasan sebelum dilepas resmi oleh Kepala Sekolah.
Tepat pukul 05.30, siswa sudah berbaris rapi sesuai kelompoknya masing-masing dan berada di depan gerbang utama sekolah. Dengan semangat yang luar biasa, siswa baru angkatan XXXII, memulai perjalanannya menuju satu titik kumpul di Kampung Radjo, Jambi. Jika menggunakan alat ukur digital, total jarak yang ditempuh oleh siswa bersama guru pendamping dan Kepala Sekolah, sekitar 18 km. Semua bergerak secara bersama-sama, dengan pengawalan dari petugas khusus dari Dinas Perhubungan dan pihak Kepolisian.
Rute yang dipilih untuk tahun ini juga asyik. Selain menghindari panas terik, juga macet di sepanjang jalan lintas sumatera, yang biasanya sangat ramai dilalui oleh kendaraan, terutama Bus penumpang dan truk yang berukuran besar. Perjalan jauh ini, bukan ingin melihat siapa yang paling kuat, tapi bagaimana pada setiap anak muncul semangat kebersamaan. Saat ada temannya yang memgalami kendala saat berjalan, maka semua anak peduli dan langsung memberikan pertolongan. Setelah ditangani oleh tim medis, biasanya siswa tersebut langsung bergabung kembali dengan teman-temannya.
Menanamkan sikap peduli, disamping juga melatih kekuatan fisik anak, kegiatan Longmarch ini, sudah menjadi tradisi yang sangat lama dilakukan. Mulai dari angkatan I sampai angkatan XXXII. Sempat ditiadakan karena musibah kabut asap, sehingga tidak memungkinkan diadakan kegiatan Longmarch. Kemudian lanjut karena wabah Covid-19 sedang heboh melanda, maka semua aktivitas yang terkait dengan interaksi antara sesama ditiadakan.
Sekali lagi, bukan tentang siapa yang paling kuat, kegiatan Longmarch ini diadakan, tapi lebih pada menanamkan semangat juang dalam diri anak. Kepada mereka juga dijelaskan, bagaimana dulu Panglima Besar Sudirman, melakukan kegiatan yang sama dalam memperjuangkan kemerdekaan. Bahkan medan yang beliau lalui, jauh lebih berat. Bahkan tidak bisa disandingkan dengan kondisi sekarang. Sehingga dari kegiatan ini, setiap anak dapat mengambil sikap positif, menempa dirinya untuk tetap menjaga kepedulian dan menguatkan kerjasama dalam tim.
Jaya selalu Titian Teras. Walaupun diterpa berbagai hal seperti badai yang tiada henti. Yakinlah, setiap niat baik untuk memperbaiki sekolah ini menjadi lebih baik, maka kerikil-kerikil kecil itu tidak lebih dari remah-remah rengginang dalam kotak Khong Guan. Mereka yang kadang menampakkan kepedulian, tapi ada niat tak baik dibelakangnya, cepat lambat pasti akan sirna bersama tiupan angin kebaikan.
***
~~ Mendalo Mas, 210925 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
