Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kembali Berkebun
Ilustrasi gambar: Dokumen Pribadi

Kembali Berkebun

Tantangan Hari ke-2085

#TantanganGurusiana-6

***

Setelah tiada hari tanpa kesibukan, apalagi minggu-minggu terakhir masa pembinaan siswa dalam program Basis, hampir disetiap sabtu dipenuhi dengan kegiatan. Mulai dari Hiking, PraLong March, Long March dan Malam Pengasuhan, lalu ditutup dengan Pengukuhan Siswa Bari, yang ditandai dengan pemasangan Baret kepada siswa Baru.

Padanya jadwal kegiatan tersebut, membuat setiap hari minggi dihabiskan sejenak untuk mengistirahatkan diri dari aktivitas. Itupun kadang harus dengan ketulusan hati, hari minggunya masih tetap datang ke sekolah. Karena ada anak-anak yang tergabung dalam komunitas menulis, harus mendapatkan penanganan dan pendampingan agar naskahnya bisa segera selesai. Apalagi diantaranya ingin ikut hadir dalam peluncuran cover bukunya saat TNGP 2025 di Kota Pahlawan, Surabaya.

Sabtu malam minggu, 27 September 2025, masih dengan agenda Malam Pengasuhan, sampai jam menunjukkan angka pukul 22.30, baru bertolak dari rumah dinas Kepala Sekolah yang berlokasi di Km. 21 Pijoan menuju tempat tinggal di Km. 15 Mendalo Indah. Setelah di rumah, tidak bisa langsung istirahat. Masih lanjut bercengkrama dengan anak mertua, terkait agenda kegiatan esok harinya.

Sesuai kesepakatan, akhirnya minggu, 28 September, menyempatkan diri ke kebun yang berloksi di desa Simpang Sungai Duren. Tapi simpangnya tidak benar-benar sesuai dengan namanya. Karena dipersimpangan tersebut tidak ada durian (duren) sama sekali. Untungnya, di lahan kebun yang tidak seberapa, memang saya tanam beberapa batang Durian Montong dan Manggis.

Walaupun secara fisik lelah, tapi begitu hadir di kebun, semua lelah itu sejenak menguap bersama hembusan angin segar, ditambah lagi dengan aroma khas Kayu Manis yang ditanam disela-sela pohon Durian Montong dan Manggis. Berkebun itu tidak mesti menunggu punya lahan yang sangat luas, apalagi sampai menyerobot lahan orang lain dengan berbagai alasan. Tidak demikian bagi kita rakyat jelata. Kembali berkebun itu untuk melatih diri agar tetap sadar, bahwa dulu kita adalah anak seorang petani. Sehingga semangat itu terus tertanam dengan baik dalam sanubari.

***

~~ Mendalo Mas, 290925 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post