Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Malam Pengasuhan (Bukan) Malam Biasa
Ilustrasi gambar: Dokumen Pribadi (edited by GeminiAI)

Malam Pengasuhan (Bukan) Malam Biasa

Tantangan Hari ke-2084

#TantanganGurusiana-6

***

Sabtu, 27 September 2025, menjadi hari yang penuh warna bagi siswa baru angkatan XXXII. Malam pengasuhan menjadi penanda, bahwa masa Basis alias Masa Pembekalan Siswa Baru, Tahun Pelajaran 2025/2026 akan segera usai. Bagi siswa sekolah umum, tidak akan menemukan suasana seperti ini. Saya pribadi, menjadi tahun ke-23 menghadiri acara yang sama. Walaupun sempat terhenti saat masa Covid-19 menyerang.

Mengambil tempat khusus yang paling dirindukan, pelataran rumah dinas Kepala Sekolah, semua siswa baru kelas 10, Pengurus OSIS dan MPK, tentu saja semua Pamong Pengajar dan Pengasuh, Pamong Administrasi, serta keluarga besar SMAN Titian Teras. Semuanya berkumpul ditempat yang sama. Lalu apa yang membedakannya dengan hari-hari saat kegiatan pembelakaran di sekolah? Tentu saja sangat berbeda. Saat di sekolah, hubungannya adalah siswa dengan gurunya. Sedangkan saat malam pengasuhan, maka hubungannya adalah orang tua siswa dengan anaknya.

Lebih kurang tiga bulan tidak ada hubungan kontak langsung dengan orang tua, menjadi beban luar biasa bagi siswa baru. Maka malam pengasuhan inilah menjadi tempat semua kisah itu melebur menjadi satu. Hubungan orang tua dan anak, juga dikenalkan siapa saja yang menjadi anak asuh sang pamong. Jadi, jauh sebelum adanya guru wali, sekolah ini sudah melakukan kegiatan nyata. Selain sebagai guru di kelas, pamongnya juga sekaligus sebagai orang tua asuh bagi anak-anaknya di sekolah dan luar sekolah.

Malam pengasuhan bukanlah malam biasa. Tapi malam tempat berkumpulnya anak dan orang tua. Tempat semua keluh kesah tersampaikan. Menjadi hal baru bagi siswa baru. Apalagi diumumkan juga siapa kakak asuhnya yang di kelas 11 dan 12. Tepat pada malam puncak (malam pengasuhan), dikenalkan siapa saja pamong yang menjadi orang tua asuhnya.

Sebagai penanda masa Basis akan segera usai, maka semangat yang ditunjukkan oleh anak-anak juga terasa spesial. Bukan hanya mereka menampilkan atraksi menarik, mulai dari baca puisi, membawakan berbagai genre lagu lawas, tapi juga oleh panitia disiapkan makanan yang bisa disantap bersama-sama antara pamong dan anak-anak. Dengan satu harapan, hubungan baik terus terjalin, walaupun sampai waktunya anak-anak harus meninggalkan sekolah, karena sudah menuntaskan semua tahapan pendidikan di sekolah.

***

~~ Titian Teras, 280925 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post