Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pendengar yang Baik
Ilustrasi gambar: GeminiAI

Pendengar yang Baik

Tantangan Hari ke-2081

#TantanganGurusiana-6

***

Ada pesan bijak yang mudah diucapkan, tapi sangat sulit untuk dilakukan. Bukan karena tidak mau dan tidak mampu. Tapi lebih pada kebiasaan yang juga sangat sulit diubah. "Tuhan menciptakan satu mulut dan dua telinga. Artinya batasi mulut bicara tapi latihlah telinga mendengar lebih banyak." Indah untuk diucapkan, tapi sangat sulit sekali kita bisa melakukannya.

Kesulitan yang paling dirasakan oleh orang yang tidak mau menerima nasihat dari orang lain adalah karena merasa lebih hebat. Manakala selalu merasa lebih dari orang lain, biasanya kemampuan telinganya mendegar juga menjadi terbatas. Ia hanya ingin didengar, tapi tidak mau mendengar apa yang disampaikan oleh orang lain kepadanya. Merasa diri lebih hebat dan semua orang akan bergantung pada bantuan darinya, akan menambah pelik suasana. Selain itu, tipikal orang seperti ini tidak akan mempan dengan nasihat.

Belajar dari kisah kenapa Tuhan ciptakan dua telingan dengan satu mulut, mengajarkan kita untuk banyak mendengar dan sedikit berbicara. Bukan berarti tidak akan berbicara sama sekali. Itu juga merupakan sikap yang salah. Mengungkapkan dan menyampaikan kebenaran adalah sebuah kewajiban. Disanalah peran penting dari berbicara. Tentu saja setelah mendengar lebih banyak informasi. Sehingga semua narasi yang disampaikan oleh orang lain, bisa dipatahkan dengan kalimat sederhana saja.

Semakin kesini, kita dihadapkan pada kenyataan yang dijelas di atas. Banyak orang ribut untuk hal yang receh, demi membela yang salah. Padahal sudah dibukakan berbagai fakta dan bukti, tapi tetap saja kelompok "nyinyirin" akan terus berteriak dan menyanyikan suara sumbang. Tidak penting mereka salah atau benar. Yang penting terus bersuara dan menyuarakan yang salah sesuai pesanan. Jika sudah demikian, maka akan semakin sulit menyadarkan pentingnya menjaga dan membela hal yang baik dan benar.

Jagalah mulut dari kebohongan, jagalah hati dari kemunafikan. Ketika kedua perilaku ini berkumpul, maka daya rusaknya sangat dahsyat. Kekuatan dari Bom Atom di Hiroshima dan Nagasaki tidak ada arti apa-apa, jika disandingkan dengan daya rusak dari persekongkolan kebohongan dan kemunafikan. Waspadalah, waspadalah. Karena sangat bisa jadi kelompok ini ada sangat dekat dengan diri kita. Atau jangan-jangan kita sendiri adalah salah satu anggotanya. Maka sadarlah. Pertanggungjawabannya di akhirat sangat dahsyat. Eh salah. Mereka mana percaya ada hari dimana semuanya akan dimintakan pertanggungjawabannya.

***

~~ Mendalo Mas, 250925 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post