Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Senyuman yang Dipaksakan
Ilustrasi gambar: GeminiAI

Senyuman yang Dipaksakan

Tantangan Hari ke-2068

#TantanganGurusiana-6

***

Kadang dalam keseharian, kita menemukan berbagai tingkah polah orang lain kepada kita. Orang yang sebelumnya menampakkan wajah yang kurang suka, tiba-tiba berubah arah menjadi baik. Kaget? Tentu saja kaget. Bukan pula bermaksud buruk sangka kepada yang bersangkutan, namun perubahan secara mendadak tersebut, jelas membuat kita curiga. Jangan-jangan karena ada udang dibalik bakwan.

Namun senyuman yang dipaksakan itu, sekarang sedang ramai dipraktikkan. Siapakah pelakunya? Yakinlah, semua kita pasti mengetahuinya. Orang-orang yang kemarin di demo oleh rakyat, karena dengan terang-terangan menyakiti hati rakyatnya, lalu beberapa waktu berikutnya, banyak diantara mereka tampil dengan senyuman yang dipaksakan. Bayangkan saja bagaimana bentuknya. Senyuman yang tidak didasarkan dengan ketulusan, terlihat semakin kentara sebuah kepalsuan.

Dalam bertemanpun, kita masih sering dihadapkan dengan wajah penuh kepalsuan. Kita menampakkan wajah palsu, hanya demi membuat teman kita nyaman. Padahal aslinya, teman kitapun akan melakukan hal yang sama, tentu saja dengan alasan yang sama. Agar orang lain tidak salah menerima kehadiran dirinya.

Banyak yang khawatir menampakkan wajah aslinya, hanya demi menyenangkan orang lain. Padahal sejatinya, wajah asli kita itu memang sudah diseting ramah dan tanpa polesan. Karena kebaikan dan senyum penuh ketulusan itu datangnya dari hati. Kita bisa merasakan sebuah ketulusan, begitu juga sebaliknya dengan kepalsuan. Hanya saja, kita lebih banyak memilih menutupi semuanya, demi menjaga perasaan orang lain.

Jadi, dari sekarang mari kita hadirkan senyum penuh ketulusan, bukan senyuman dengan banyak kepalsuan. Senyuman yang dipaksakan itu, jika kita mau jujur mengatakannya, lebih mirip dengan orang yang sedang menunggu antrian di depan pintu toilet. Senyumannya menyakitkan. Apalagi dengan kondisi yang sudah kritis, bukan hanya senyumannya saja yang mengerikan, aroma toiletnyapun ikut menambah suasana buruk hatinya. Seperti itulah dengan senyuman yang dipaksakan.

***

~~ Mendalo Mas, 120925 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post