Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
(Bukan) tentang Keberuntungan (bagian 2)
Ilustrasi gambar: GeminiAI

(Bukan) tentang Keberuntungan (bagian 2)

Tantangan Hari ke-2101

#TantanganGurusiana-6

***

Setelah mendengarkan penjelasan dari sang suami, si Ibuk duduk termenung disamping suaminya. Ada raut penyesalan, karena bukan hanya terlintas dalam pikiran, tapi sudah terucapkan. Kenapa tidak minta uang terima kasih, walau tidak seberapa. Jawaban suami beliau sudah cukup menyadarkan si Ibuk. Bahwa cukuplah Allah yang memberikan balasan dengan cara-Nya sendiri. Tugas kita hanya berbuat baik, tanpa berharap akan mendapatkan balasan dari orang tersebut.

Maktu terus berjalan dan masa berubah. Tidak ada angin tak ada pula badai. Tiba-tiba anak beliau mendapat tugas ke Papu (Irian Jaya) dari kantornya. Tiket keberangkatan harus dibayar oleh yang berangkat, setelahnya baru mendapatkan penggantian dari kantor. Dalam kondisi keuangan yang juga tidak mencukupi untuk pembelian tiket pesawat anaknya, lalu terdengar dering telpon dari ruang tengah. Isinya singkat dan padat. Bahwa tiket pesawat anak bapak sudah ada dibandara. Nanti saat sampai bandara, tinggal temui saja petugas.

Derai air mata sang bapak dan ibuk tak tertahankan lagi. Begitulah cara Allah membalas kebaikan yang pernah beliau perbuat kepada salah seorang guru yang bertugas di Papu tersebut. Tidak selesai disana kisah sang Ibuk kepada saya saat menumpang mobil beliau. Saat anak beliau mendarat di bandara Papua, asa banyak sopir mobil yang menawarkan jasa mengantarkannya ke tempat tugas tanpa membayar uang ongkos sama sekali. (Saya mendengarkan kisah si Ibuk dengan diam-diam menangis sesenggukan).

Begitu pula saat anaknya pulang dari melaksanakan tugas kantor di Papua. Tiket untuk penerbangan dari Papua menuju Jakarta sudah tersedia dengan petugas tanpa tahu siapa orang baik tersebut. Kisah ini menunjukkan bahwa semua kebaikan atau keburukan yang terjadi dalam hidup kita, sangat bisa jadi terkait erat dengan apa yang dulu pernah kita lakukan. Semua bukan karena keberuntungan. Tapi itu cara Allah membalas setiap kebaikan yang kita lakukan, begitu juga sebaliknya tentang keburukan.

Saat penjelasan si Ibuk usai, apalagi saat Ibuk menceritakannya, suami beliau sudah lama berpulang ke Rahmatullah. Tapi kebaikan yang beliau lakukan, tidak ada yang sia-sia. Say menutup kisah nyata penuh hikmah dari si Ibuk, dengan membacakan terjemahan Surat Al Isra' ayat ke-7. Jika kamu berbuat baik, maka kebaikan itu adalah untuk diri kamu sendiri. Jika kamu berbuat jahat, maka kerugian kejahatan itu juga untuk diri kamu sendiri.

Terima kasih Ibu, atas semua kisah ya. Ini semua bukanlah sebuah kebetulan dan keberuntungan bagi saya. Tapi Allah sudah takdirkan saya berjumpa dengan ibuk dalam satu suasana, dimana si Ibuk mengantarkan anak sahabatnya seorang guru yang mengikuti Workshop Gelombang-2 di Puncak dan saya sebagai Fasilitator yang baru saja menunaikan tugas untuk peserta gelombang-1. Begitulah skenario indah yang Allah hadirkan. Jadi jangan pernah lelah berbuat baik. Andaikan ada yang tidak menyukainya, biarkan saja. Toh ada Allah yang tidak akan pernah tertukar memberikan balasan kepada ummat-Nya.

***

~~ Mendalo Mas, 151025 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post