Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
(Bukan)  tentang Keberuntungan (bagian akhir)
Ilustrasi gambar: GeminiAI

(Bukan) tentang Keberuntungan (bagian akhir)

Tantangan hari ke-2103

#TantanganGurusiana-6

***

Dalam kehidupan sehari-hari banyak hal yang terjadi diluar jangkauan pemikiran kita. Bagi yang bijaksana, akan berpikir jernih melihat fenomena tersebut, lalu mengaitkan peristiwa masa lalu yang pernah terjadi dan dilakukan. Sehingga muncullah kesimpulan sementara, bahwa apa yang terjadi terkait dengan peristiwa masa lalu bukanlah sebuah kebetulan dan keberuntungan.

Sekarang sedang hangat-hangatnya berita kriminalisasi terhadap profesi guru. Ini bukanlah hal baru. Karena pada zaman dahulu juga terjadi. Orang yang tidak suka, akan berusaha mencari berbagai jalan untuk menjatuhkannya.

Berangkat dari kisah seorang tuan guru yang mengajarkan ilmu agama kepada para muridnya. Seorang tetangga yang usil, mengintip apa yang dilakukan oleh tuan guru kepada muridnya. Kebetulan saat si tetangga mengintip, murid dan tuan guru sedang makan bersama. Lalu terlihat dari lubang kecil, bahwa tuan gurunya membagikan lauk kepada murid-muridnya.

Ini kesempatan baik untuk menjatuhkan sang guru. Tetangga yang busuk hati itu melaporkan kepada orang tua murid. Bahwa tuan guru tersebut memberikan lauk bekas dimakan gurunya kepada murid-muridnya. Mendengar laporan tersebut, keluarlah semua ucapan tidak baik kepada sang guru dari orang tua murid tersebut. Lalu ia bersegera menuju tempat kejadian. Dengan amarah yang tak tertahan, orang tua murid menarik anaknya dari sekolah tersebut. Tentu saja dengan meninggalkan ucapan yang tidak baik kepada sang guru.

Dalam perjalanan, orang tua murid menanyakan apa yang terjadi kepada anaknya. Ternyata jawaban yang diberikan anaknya diluar perkiraan orang tua. Bahwa perlakuan sang guru sangatlah baik. Sekarang mereka sedang menyiapkan hafalan berbagai bidang ilmu. Makanpun sang guru dengan kerelaan hati menambah lauk untuk muridnya, dari jatah lauk untuk sang guru.

Orang tua murid tersebut, akhirnya kembali mengantarkan anaknya ke tempat sang guru. Ia menyampaikan permohonan maaf, sang guru memberikan maaf kepada orang tua murid. Tapi beliau tetap menolak sang murid kembali dilembaga pendidikan yang dia kelola. Sang guru menjelaskan, bahwa sejak kata-kata kasar, umpatan dan sumpah serapah dari orang tua siswa tasi, maka Allah tutup pintu hati sang anak menerima ilmu dari sang guru.

Sembari meninggalkan orang tua murid dan anaknya, sang guru mengajarkan kepada kita semua, bahwa harus hati-hati memperlakukan seorang guru. Karena ada resiko yang paling berat akan dialami oleh anak. Allah cabut keberkahan dari ilmu yang pernah ia dapatkan dari gurunya. Mungkin nantinya ia akan menjadi orang sukses, tapi tetap saja ada yang hilang dari dirinya. Keberkahan ilmu yang hilang, biasanya membuat ketenangan bathin menjadi terganggu. Ia boleh saja kaya dengan harta berlimpah. Tapi manakala tidak ada keberkahan, maka harta kekayaan tersebut bisa mendatangkan musibah.

***

~~ Mendalo Mas, 171025 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post