Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kembali ke Masa Lalu
Ilustrasi gambar: Dokumen Pribadi

Kembali ke Masa Lalu

Tantangan hari ke-2104

#TantanganGurusiana-6

***

Malam sabtu menjadi malam penuh keseruan. Bagaimana bisa? Tentu saja bisa. Saya harus mengantarkan anak mertua mendampingi murid-muridnya mengikuti Jambore Ranting di Bumi Perkemahan UIN STS Jambi. Serunya dimana? Karena sebelum jumat, hujan turun dengan derasnya. Maka jalan menuju lokasi perkemahan beceknya luar biasa. Jika tidak hati-hati, bisa baring indah bersama motor ditengah jalan yang berlumpur.

Untungnya selama perjalanan menuju lokasi kemah aman dan lancar. Ditengah temaram lampu darurat ala anak Pramuka, menambah keseruan kunjungan. Sejenak duduk bersila di depan tenda, mata menerawang ke masa lalu. Saat kelas 4 SD tahun 1985 (ketahuan kalau sudah melewati usia balita). Keseruan saat tampil di lapangan terbuka, dengan ekspresi dan penuh penghayatan. Sampai banyak penonton yang ikut merasakan kesedihan. Kisah yang diangkat anak kurang mampu yang terpaksa tidak bersekolah, karena ketiadaan biaya.

Ternyata kisah itu masih membekas. Karena menjadi salah satu aktor yang tampil dan ikut merancang naskah (aneh memang, anak usia kelas 4 SD sudah bisa merancang dan menyusun naskah drama). Kesan yang luar biasa itu pula, membuat semua guru di sekolah yang hadir (semuanya hadir), karena sekaligus merupakan acara perpisahan dengan Guru Praktik Mengajar dari Sekolah Pendidikan Guru (SPG). Sambutan dari guru praktik juga sangat baik. Mereka tidak bisa membayangkan kehebatan murid binaannya.

Malam ini, mengantarkan kenangan masa SD menari-nari didepan mata. Melihat keseruan anak SD yang heboh di tenda dan di lapangan tempat lomba (penampilan bakat). Ternyata benar kata banyak orang. Kalau sudah di Pramuka, tidak mengenal batas usia. Persis seperti yang disampaikan oleh sosok Andalan Daerah Kwarda Sumbar (saat ikut sebagai pengisi kegiatan Raimuna Daerah di Buper Padang Besi kota Padang. Beliau dengan rambut yang sudah memutih, tapi semangatnya tetap muda.

Jadi, jangan merasa sudah sepuh dan tua, jika warna rambut masih bercampur hitam dan putih. Kakak Pramuka yang saya sebutkan tadi, mulai dari rambut, kumis, jenggot dan alis matanya semua sudah memutih. Tapi tetap hadir menjadi sosok teladan di depan adik-adik Pramuka. Beliaupun tidak mau dipanggil Bapak. Karena ada panggilan spesial sebagai anggota Pramuka yaitu Kakak.

***

~~ Mendalo Mas, 181025 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post