Menulis dan Berkarya
Tantangan Hari ke-2091
#TantanganGurusiana-6
***
Ditengah hiruk pikuk kegiatan kampus (sekolah berasrama), tugas setiap mata pelajaran yang harus diselesaikan, tidak membuat langkah mereka untuk berkarya menjadi surut. Keluhan mereka menjadi penyemangat sang guru Sastra Fisika, bagaimana ditengah padatnya kegiatan mereka, tetap bisa berkumpul sejenak, sembari memikirkan apa langkah berikutnya yang harus dilakukan.
Impiannya tidaklah terlalu tinggi dan rumit. Bagaimana caranya, mereka bisa menghasilkan karya nyata, bukan sekadar wacana. Disaat sebagian besar temannya hanya bercerita, lalu akhirnya menguap tanpa kabar berita, tapi tidak dengan anak luar biasa ini. Keinginan yang sangat kuat, disertai dengan kekompakan antar anggota, maka terbentuklah komunitas tanpa nama. Hadir dan bercerita, lalu menuangkannya menjadi bait kata, tanpa terasa dengan jumlah halaman yang benar-benar diluar logika.
Menulis bukanlah kegiatan mudah bagi sebagian besar siswa, bahkan bagi banyak gurunya, juga merasakan hal yang sama. Energi positif mereka yang tidak terarah, akan membuat semuanya terbuang percuma. Sehingga perlu pendekatan yang sederhana tanpa drama, mereka akhirnya menghasilkan karya buku yang luar biasa. Jika pada angkatan sebelumnya, hanya satu buku bersama, tapi tidak dengan mereka.
Dengan satu tekat dan impian, sangat bisa jadi saat peluncuran dua buku bersama (kumpulan cerpen dan puisi), dihadiri oleh pejabat tinggi di provinsi dan kabupaten. Ternyata hari ini, Sabtu, 04 Oktober 2025, semua mimpi itu menjadi nyata. Buku yang mereka hasilkan benar-benar diluncurkan secara bersama oleh Gubernur Provinsi Jambi, Bapak Dr. Al Haris, S.Sos., MH., dan Wakil Bupati Muaro Jambi, Bapak Junaidi H. Mahir.
Kehadiran dua pejabat ini, sebelumnya pernah kita bahas. Terlepas siapapun yang bisa hadir saat acara Pengukuhan/Pembaretan Siswa Kelas 10 Angkatan XXXII, yang penting karya buku kumpulan puisi dan cerpen, dengan mengusung tema persahabatan bisa dilaksanakan. Cuman tidak ada salahnya kita melangitkan doa, agar saat peluncuran buku, pejabat tersebut benar-benar hadir. Ternyata, pucuk dicinta ulampun tiba.
Walaupun hanya sekadar menumpang dalam kegiatan utama Pembaretan Siswa Baru oleh Gubernur dan Wakil Bupati, ternyata yang terjadi justru sebaliknya. Sambutan dua tokoh tersebut sungguh luar biasa. Sesi foto bersama dengan dua pejabat dengan didampingi oleh Asisten 2 dan Kepala Dinas, serta instansi lainnya yang hadir, membuat derai air mata siswa menjadi tak terasa.
Begitulah kisah seru mereka. Komunitas anak-anak yang ingin punya karya, walaupun unit kegiatan mereka tanpa nama. Lah guru pembinanya juga tidak jelas identitasnya. Namanya juga guru Sastra Fisika, kalau ada yang salah, ya tinggal berkilah. Bahwa itu semua karena adanya efek gaya gravitasi bumi dan hukum aksi reaksi pada hukum Newton III. Aman kan.
***
~~ Mendalo Mas, 051025 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
