Mereka Anak yang Luar Biasa
Tantangan Hari ke-2098
#TantanganGurusiana-6
***
Saat teman-temannya memanfaatkan Izin Bermalam (IB) sesuai bonus yang diberikan sekolah, karena ikut aktif sebagai panitia dan pengisi acara saat Pembaretan Siswa Kelas 10 Angkatan XXXII. Tapi tidak dengan anak-anak ini. Seperti yang pernah saya tuliskan pada edisi sebelumnya.
Mereka memilih kembali ke asrama lebih awal, padahal ada masa jeda sampai tiga hari berikutnya mereka berada di rumah. Memilih segera pulang menuntaskan naskah Majalah Digital Sekolah, agar selesai tepat waktu. Kalau bisa sebelum deadline pengiriman oleh tim kreatif MediaGuru.
Selama proses penyelesaian naskah, menggabungkan ide, serta membahas banyak hal terkait upaya menghadirkan Majalah Digital Sekolah (namanya masih disimpan sampai diluncurkan), sampai pada bahasan yang sangat radikal. Seandainya dana yang diajukan ke sekolah, belum bisa terpenuhi. Hal ini karena padatnya jadwal kegiatan di sekolah, sementara semuanya memerlukan dana yang tidak sedikit.
Celotehan segar sudah pasti selalu menghadirkan kehangatan ditengah kegaduhan terkait naskah. Kepada mereka juga saya ajarkan bagaimana teknik menjadi editor. Membaca semua naskah yang sudah ada, lalu melihat kesalahan penulisan, lalu dilanjutkan mengulik aspek lainnya. Sedangkan untuk tim ilustrator, tidak perlu saya ajarkan, karena mereka memang ahlinya. Membuat ilustrasi gambar bukanlah hal rumit bagi mereka. Itu saya lihat sendiri prosesnya. Mereka memang juaranya. Mau tahu seperti apa hasilnya. Nanti saja, saat Majalah Digital Sekolah ini terbit.
Kembali soal dana, jika ternyata apa yang ditakuti itu benar-benar terjadi. Apa yang harus dilakukan, ujar saya sebagai pembimbing yang selalu ada buat mereka. Apakah kita bersepakat iuran bersama, termasuk Ayah sendiri sebagai pembimbing, juga ikut secara bersama-sama melakukannya. Hasilnya, anak hebat ini bersedia menguras kantong sendiri, agar majalah ini bisa terbit.
Bukan tentang siapa yang bisa dan siapa yang mau. Tapi ini adalah sebuah kesempatan bagi kita, menjawab semua keraguan banyak orang. Namun tidak sebagai ajang balas dendam. Karena itu jelas menguras energi dan emosi.
Kita melakukan apa yang mereka tidak mampu. Jadi manakala ada yang memperlihatkan sikap kurang suka, biarkan saja. Anggap itu semua sebagai pemantik semangat. Bukankah getah kayu gaharu yang bernilai sangay mahal, karena sebelum itu didapat oleh sang petani, batang gaharu harus disakiti terlebih dahulu. Begitu juga dengan kita. Orang yang tidak punya kemampuan, akan selalu menyerang lawannya dengan berbagai cara. Jadi cara mendiamkannya adalah berkarya, menghasilkan sesuatu yang mereka pasti tidak melakukannya.
Kalian adalah anak-anak hebat dan luar biasa. Saat teman-teman memilih rebahan di asrama, kita berjibaku dengan naskah yang entah seperti apa. Saat yang lain asyik bercengkrama di kantin sembari menikmati beraneka warna makanan, kalian bisa duduk manis di depan laptop sembari mengerjakan dan menyelesaikan tugas mulia. Bahkan ada yang "nyambi" menuntaskan naskah buku tunggalnya, agar cover bukunya bisa bersama-sama diluncurkan saat acara TNGP di Surabaya. Sungguh, mereka adalah anak-anak yang hebat dan luar biasa.
***
~~ Mendalo Mas, 121025 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
