Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Aku (Bukan) yang Terbaik (Bagian 2)
Ilustrasi gambar: GeminiAI

Aku (Bukan) yang Terbaik (Bagian 2)

Tantangan Hari ke-2124

#TantanganGurusiana-6

***

Bercerita tentang sosok seorang guru, sepertinya tidak ada kata habisnya. Berbagai karakter bisa dilihat dengan kasat mata. Dulu saat masih sebagai siswa, seperti apapun kondisi seorang guru, mereka adalah sosok yang sangat dihormati. Bukan pula karena takut, karena sejak dari rumah sudah diajarkan bahwa menghormati guru dan memuliakannya adalah kewajiban seorang murid. Agar ilmu yang diberikan mudaj dipahami dan barokah.

Seiring dengan perjalanan waktu, sosok guru tidak lagi menjadi yang dihormati dan dimuliakan. Soal kita suka atau tidak suka, tetap saja banyak diantara siswa yang memperlihatkan sikap tidak sopan kepada gurunya. Ada yang semakin berani menentang guru, melawan setiap instruksi yang diberikan. Setelah ditelisik ternyata dibelakangnya adalah sosok pejabat yang punya kuasa untuk mengintimidasi seorang guru dan bahkan mengancam keselamatan sekolah sebagai sebuah lembaga.

Guru memang bukan yang terbaik, tapi hampir bisa dipastikan semua orang hebat dinegeri ini ada jerih payah seorang guru. Begitu pula dengan generasi sekarang. Sekecil apapun ada peran guru dalam mengantarkan siswa menuju kesuksesan. Tidak banyak memang yang mau mengakuinya. Aneh? Tentu saja sangat aneh. Bukan berarti guru itu gila hormat dan butuh penghargaan atas apa yang telah ia lakukan.

Lucunya, saat seorang anak sukses, biasanya pihak keluarga, terutana kedua orang tuanya akan menepuk dadanya, sembari menyampaikan "Siapa dulu orang tuanya," padahal yang mendidik dan berjibaku menghadapi perilaku anaknya di sekolah adalah guru. Walaupun mungkin ada orang tua siswa yang juga berprofesi sebagai guru. Tetap saja, ada peran banyak guru yang mengantarkan sukses anaknya tersebut.

Aku memang bukan yang terbaik, tapi disetiap kesempatan, bahkan sampai sedikit melupakan waktu bersama dengan anaknya sendiri di rumah, demi menunaikan tugasnya di sekolah. Lalu melihat fenomena guru yang babak belur dihajar oleh orang tua siswa, diperlakukan tidak layak, padahal melalui tangan mungilnya telah membentuk karakter anaknya menjadi lebih baik. Entah sampai kapan suasana seperti ini usai.

Jika ditanya, hampir semua guru pernah merasakan ancaman, intimidasi dan bahkan menjadi korban kekerasan, dipenjarakan dan yang masih segar dalam ingatan ada yang diberhentikan dengan tidak hormat, untuk kasus yang dipaksakan. Jika suasana dan kondisi seperti ini terus menerus terjadi, lalu pihak yang seharusnya berada digaris terdepan membela profesi guru, malah juga ikut serta menjatuhkannya, kepada siapa lagi semua masalah ini harus dilaporkan. (Bersambung)

***

~~ Mendalo Mas, 071125 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post