Aku (Bukan) yang Terbaik (Bagian 4)
Tantangan Hari ke-2126
#TantanganGurusiana-6
***
Pernah mendengar kalimat yang menyakitkan seperti ini, "Semua orang bisa menjadi guru, pilot pesawat saja bisa menjadi guru, tapi guru tidak bisa menjadi pilot." Sungguh mengenaskan kata-kata tersebut. Tidak hanya menyerang profesi guru, tapi juga menyakiti setiap orang yang merasakan peran baik dan mulia seorang guru.
Mungkin saja, orang yang mengucapkan kalimat tersebut mendadak bisa dan tiba-tiba langsung bisa menerbangkan pesawat, tanpa diajari oleh gurunya (pelatih, instruktur atau apapun namanya, tetaplah seorang guru).
Sama halnya membandingkan berbagai profesi, lalu melupakan jasa baik seorang guru dan keterlibatannya dalam memberikan bimbingan dan arahan kepada muridnya, yang sekarang sudah lupa, bahwa semua profesi yang kini dia geluti adalah karena bantuan gurunya dulu saat pendidikan.
Sekecil apapun perannya, tetap ada seorang guru yang selalu hadir dalam membimbing siswa/anak didiknya. Jadi, jangan karena sekarang sudah sukses, lalu abai dengan apa yang dulu pernah dilakukan oleh sang guru.
Pernahkah kita sebagai guru, sejenak bertanya kepada siswa. Siapakah yang mau menjadi guru? Sangat bisa jadi, anak-anak pintar dan hebat di kelas tidak ada yang mengangkat tangannya. Sedih? Tentu saja tidak. Tapi ada satu anak yang mampu membuat air mata ini perlahan jatuh juga di pipi.
Saat semua kelas menempelkan kertas karton manila di Mading, yang berisi cita-cita dan PTN mana yang akan mereka pilih. Lalu ada satu siswa putri, menuliskan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, dan di Universitas mantan IKIP pada masa lalu.
Saya menaruh apresiasi yang luar biasa kepada anak ini. Di depan teman-temannya saya panggil khusus. "Kenapa kamu pilih Pendidikan Guru Sekolah Dasar nak, bukan jurusan keren dan PTN keren seperti teman-teman kamu yang lain. Padahal kemampuanmu juga sangat baik." Jawabannya membuat air mata ini terlihat oleh siswa. "Karena saya merasakan profesi guru SD itu sangat dekat dengan Surga, Ayahku." Ujarnya dengan penuh semangat.
Lama saya baru bisa bersuara. Karena tertutup oleh derai air mata. Malu dilihat siswa? Tentu saja tidak. Biar mereka bisa merasakan dan menjadi tahu, bahwa sukses itu bukan tentang dimana dan apa jabatan yang mereka raih. (Bersambung)
***
~~ Mendalo Mas, 091125 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
