Kado Spesial Hari Guru
Tantangan Hari ke-2143
#TantanganGurusiana-6
***
Selasa, 25 November menjadi hari yang membahagiakan bagi semua guru di seluruh negeri ini. Namun yang merasakan hanya guru di lembaga pendidikan formal saja, mulai dari TK/PAUD, SD sederajat, sampai Sekolah Menengah sederajat. Padahal ada sosok guru pertama yang paling sentral dari semua jenis guru. Itulah dia kedua orang tua di rumah. Karena melalui merekalah dasar pendidikan pertama kali didapatkan.
Jika ingin melihat keberhasilan guru terbaik di rumah mendidik anaknya, maka lihatlah akhlak dan perilaku anak dimana saja dia berada. Bukan ditanya kemampuan Matematika yang nilai TKAnya rendah, atau kemampuan Sains dan kemampuan membacanya rendah. Memang, saya dulu bisa membaca dan menulis, jauh sebelum masuk sekolah dasar (SD) sudah diajarkan di rumah. Apalagi terkait membaca AlQuran, shalat lima waktu, jangan coba-coba abai dan lalai. Maka bersiaplah menghadapi hukuman berat dari Ayah dan Emak. (Semoga beliau berdua mendapat tempat terbaik di Surga-Nya Allah Swt. Aamiin)
Nah, terkait cerita perayaan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025 yang baru saja dirasakan oleh semua guru, yakinlah ada banyak yang terlihat sumringah bahagia. Apalagi mendapatkam kado dan atau kejutan dari anak didiknya. Bisa dalam bentuk potong tumpeng, makan besar ala-ala, atau ada bingkisan spesial dari siswa. Tapi itu tidak terjadi dengan sosok yang satu ini, yang akan dibahas sekilas siapa orangnya.
Setelah sesi upacara selesai dilaksanaan, maka semua siswa dan guru berkumpul di dalam Ruang Gedung Serba Guna (GSG). Berbagai atraksi ditampilkan oleh siswa maupun guru. Lalu dilanjutkan dengan games seru yang sengaja melibatkan tim manajemen sekolah. Disinilah cerita paling seru dimulai. Pertanyaan-pertanyaan seru dan segar mengalir tiada henti, bagi siswa yang bisa menjawab akan mendapat hadiah. Kira-kira seperti itulah konsepnya.
Entah itu sekadar kelakar, atau memang karena tidak siap dengan pertanyaan kejutan. Lalu keluarlah pertanyaan unik yang menggelitik (agak tidak menggelikan bagi saya, karena memang sangat suka, tapi entah bagi guru yang lain). Sangat jadi ada pihak tertentu yang sangat menyukai pertanyaan tersebut. Pertanyaannya adalah: "Siapakah Guru Terkejam di sekolah ini," ujar sang penanya. Lalu dijawab oleh siswa. Sangat bisa jadi, semua siswa sepakat dengan pilihan jawaban tersebut.
Dengan suara lantang, mungkin jika jawaban yang diucapkan bersamaan dengan kehadiran petir, sangat bisa jadi tidak mampu mengalahkan kerasnya jawaban siswa. Guru Terkejam di sekolah ini adalah Pak Burhani. Itulah jawaban tegas siswa, yang mungkin saja dibalas dengan senyum sumringah dan penuh kebahagiaan bagi siswa dan guru yang lainnya. Marahkah saya mendapat penilaian tersebut? Tentu saja tidak. Saya sangat bangga dengan gelar unik tersebut.
Bukan ujug-ujug jadi. Seperti bermain sulap, sim salabim, abra kadabra. Saya sangat tidak bisa diajak kompromi terkait sanksi atas pelanggaran disiplin. Jika ditanya, sudah berapa banyak siswa yang di DO dari sekolah oleh guru ini. Jawabannya sangat banyak. Tidak peduli anak siapa. Anak pejabat, orang kaya, sipil dan militer. Semua mendapat perlakuan yang sama oleh guru terkejam ini. Sedekat apapun siswanya dengan dirinya, jika melanggar, maka sanksi tetap berlaku. Apalagi jika pelanggaran berat. Jawaban beliau saat di dalam rapat kehormatan hanya satu, pelaku pelanggaran wajib keluar dari sekolah.
Momen hari guru tahun 2025, terasa menjadi sangat spesial dengan gelar istimewa tersebut. Terima kasih kepada pemberi pertanyaan atas "keusilannya" sehingga memantik jawaban jujur dari siswa. Ini menjadi pelajaran bagi semua pihak. Jangan ada lagi yang bermain muka, di depan pura-pura baik dan peduli, lalu membiarkan pelanggaran terus menerus terjadi. Yang penting simpati dan bingkisan dari orang tua siswa yang melanggar aturan bisa didapat dengan penuh suka cita (walau tidak semua, tapi pasti ada).
Selamat Hari Guru, untuk semua guru terbaikku. Terutama Alm/Almh Ayah dan dan Emak. Didikan keras dalam menanamkan karakter, akhlak mulia dan memegang teguh integritas sampai kini dan seterusnya akan terus saya pegang. Walaupun semua orang di kolong langit ini memusuhinya. Saya akan tetap berjuang walau ditinggal sendiri. Seperti dulu yang Ayah dan Emak rasakan. Dibenci, difitnah dan berbagai hal lainnya yang Ayah dan Emak dapatkan. Sekali lagi Selamat Hari Guru untuk semua Guru di negeri ini. Semoga kita semua konsisten menjaga dan mendidik anak negeri. Walaupun harus siap menghadapi hal buruk karena didikan keras dari kita.
***
~~ Mendalo Mas, 261125 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
