Kunjungan ke Pondok
Tantangan Hari ke-2141
#TantanganGurusiana-6
***
Minggu, 23 November 2025 menjadi kunjungan terakhir bagi santriwati Pondok Pesantren Ash Shiddiiqi. Karena bulan Desember sidah memulai kegiatan Penilaian Akhir Semester Ganjil. Sehingga kunjungan ini juga sekaligus memberikan dukungan kepada ananda tercinta, agar menyipakan diri dengan baik. Apalagi menjelang pelaksanaan Ujian, masih ada kegiatan lain yang jarus dipersiapkan.
Apapun jenis kegiatannya, biasanya semua santri/santriwati akan melakukan persiapan yang sangat baik. Sehingga kegiatan yang sudah menjadi program rutin sekolah, terselenggara dengan baik, tanpa adanya kendala. Begitu pula sama adek yang satu ini.
Dalam rangka menyiapkan diri menghadapi acara MN. Arti kata MN pastinya saya juga tidak tahu persis. Inti kegiatan tersebut adalah menampilakn busana semua daerah yang ada di Indonesia. (Mohon maaf kalau salah terjemahannya oleh saya). Intinya, semua kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah ini, selalu diikuti oleh santri/santriwati dengam maksimal.
Khusus kunjungan hari minggu ini, lebih banyak mendengar apa saja cerita si anak yang tidak manja ini. Bagaimana mau manja, semua keinginannya mesti dengan diskusi alot, baru nanti didapatkan solusi terbaiknya. Ini semua menjadi bagian dari cara anak berproses. Agar dia tahu, bahwa untuk mendapatkan sesuatu itu mesti berjuang. Bukan tiba-tiba datang dengan sangat mudahnya. Karena orang tuanya bukan orang kaya, dengan harta berlimpah. Tapi sekadar untuk kepentingan pendidikan anak, sepertinya cukup.
Maka setiap ajang kunjungan ke pondok, bukan hanya kegiatan makan bersama (karena selalu si anak ngajak adik-adiknya yang lain) untuk selalu hadir menikmati hidangan enak ala Ibuknya. Satu hal yang saya sangat suka. Dia tidak mau senang sendiri. Selalu memikirkan orang lain, yang kadang orang tersebut juga suka melakukan kesalahan terhadap dirinya.
Tapi itulah serunya. Mereka tetap kompak dan akrab. Karena saat kunjungan dan makan bersama, saya juga ikut nimbrung dalam keributan yang mereka lakukan. Itulah serunya sebuah keluarga. Keluarga besar yang diikat kembali oleh sebuah lembaga pendidikan Pondok Pesantren, dimana semangat kekeluargaannya sangat bagus.
Dengan satu harapan yang selalu disampaikan kepada anak, sesibuk apapun kegiatan, jangan lupa menjaga hafalan, menambahnya menjadi lebih mantap, jangan hanya target minimal dari sekolah, tapi harus bisa melampaui target yang ditetapkan.
Terkait capaian akademik, sejak dulu memang tidak pernah memaksa harus menjadi juara. Tapi tetaplah meraihnya dengan penuh integritas dan tanggung jawab. Menjadi juara, tapi diraih dengan cara-cara yang tidak baik, maka dia bukanlah seorang juara.
***
~~ Mendalo Mas, 241125 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
