Pembantu Dadakan
Tantangan Hari ke-2128
#TantanganGurusiana-6
***
Belajar dari pengalaman, ternyata bukan hanya nasihat orang tua zaman dahulu, yang kini sudah dianggap tidak berlaku lagi. Ternyata petuah lama, tetap berlaku sampai sekarang. Kadang kita saja yang sepertiny malu dan enggak mengakuinya. Petuah dan kata bijak orang terdahulu, bukan hanya kata-kata seperti sang motivator. Karena berangkat dari kisah dan liku perjalanan hidupnya.
Begitulah kira-kira ya g terjadi dua hari ini. Saat sebuah kegiatan di ruang Gedung Serba Guna (GSG), panitia mencoba mengoneksi Laptop dengan kabel HDMI yang ternyata tidak didukung oleh kabel koneksi. Akhirnya sekian lama belum bisa tersambung, sementara sang instruktur sudah selesai melakukan perkenalan kepada peserta. Dengan sebuah keberanian, saya maju mendekat ke posisi Pak Mayjen TNI (Purn) Asrobudi. Saya sampaikan, bahwa sepertinya laptop generasi terbaru beliau, tidak bisa tersambung dengan kabel VGA dari Laptop ke proyektor.
Walaupun bukan guru TIK,, apalagi hanya guru Sastra Fisika. Maka setelah mendapatkan izin dari beliau, laptop jadul saya,langsung dihidupkan, lalu disambungkan dengan perangkat kabel konektor ke semua bagian. Ternyata apa yang sebelumnya saya sampaikan, menjadi kenyataan. Laptop dengan koneksi HDMi tidak kompetibel dengan seperangkat alat yang sudah terhubung dengan masing-masing proyektor menggunakan koneksi kabel VGA.
Sebagai solusinya, saya menawarkan laptop jadul saya sebagai perangkat yang digunakan. Akhirnya semua berjalan lancar. Pak Mayjen dapat dengan leluasa menjelaskan materi. Baik saat hari pertama, dengan operatornya adalah anak-anak yang tergabung dalam komunitas menulis dan tim Redaksi Majalah Digital Sekolah (Aish dan Sofia), dengan dibantu oleh kakak kelasnya (Noval, kelas 12).
Ini sekaligus mengajarkan kepada kita, bahwa kecanggihan teknologi tidak serta merta memudahkan pekerjaan kita. Buktinya, saat pendukung teknologi yang baru, belum semua komponen tercukupi, maka kecanggihan teknologi tidak akan maksimal termanfaatkan. Pelajaran berikutnya adalah, tidak semua barang yang kita anggap seolah tidak berguna hanya akan menjadi barang rongsokan. Buktinya, laptop jadul saya. Walaupun dengan kemampuan terbatas, tapi mampu menghadirkan ferforma yang luar biasa.
Jangan pula ditanya apa isinya. Dengan kapasitas HDnya yang terbatas, tapi isi didalamnya bukan kaleng-kaleng. Semua materi pembinaan Olimpiade Sains yang diperlukan oleh siswa terjadi dengan lengkap. Begitu bahan yang diperlukan oleh anak-anak Komunitas Penulis Titian Teras. Ada sangat banyak contoh yang mereka bisa pelajari. Karena didalam laptop jadul tersebut, tersaji banyak contoh buku yang sudah diterbitkan oleh MediaGuru dan bisa mereka jadikan rujukan.
Intinya, jadul bukan berarti tidak berguna. Buktinya dengan perangkat yang sudah ketinggalan zaman, mampu tampil menjadi "Pembantu Dadakan" dalam sebuah acara yang sangat keren tersebut. Jika dilihat kasat mata, laptop jadul tersebut seolah barang yang wah dan sangat luar biasa penampilannya. Iru semua karena dirawat dengan sangat baik. Apalagi dengan asesoris tambahan yang ditempel pada bagian luar laptop. Ada poster 100 tahun Boscha dan poster Princess Sirindorn Astropark Chiang Mai Thailand. Dua tempat yang sangat biasa, seperti luar biasanya Pembantu Dadakan tampil.
***
~~ Mendalo Mas, 121125 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
