Shock Therapy di Penghujung Acara
Tantangan Hari ke-2128
#TantanganGurusiana-6
***
Hari Pahlawan, 10 November 2025, menjadi terasa sangat spesial di sekolah. Karena ada dua kegiatan sangat spesial. Yang pertama sekolah kita menjadi tempat yang dipilih oleh institusi Departemen Keuangan Provinsi Jambi, dalam hal ini Kantor Pelayanan Pajak Pelayangan Jambi, menyelenggarakan Kementerian Keuangan Mengajar X.
Kegiatan Kedua bersama Mayjend TNI (Purn) Asrobudi, S.IP., M.Si. Beliau yang pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Taruna Nusantara, Magelang (November 2020 - Januari 2025) dan Penasihat/Konsultan Yayasan Matauli Bidang Pembinaan Karakter Kedisiplinan dan Motivasi.
Pada kegiatan pertama, ternyata alumni STAN yang menjadi pemateri, tidak hanya yang bertugas di Provinsi Jambi, ada juga yang melaksanakan tugas di luar Provinsi Jambi. Terutama mereka yang tercatat sebagai Alumni sekolah kita yang memiliki waktu luang.
Akhirnya selain melihat keseruan acara pembukaan setelah Upacara Peringatan Hari Pahlawan, tarian khas Minangkabau dengan keahlian Tari Piring diatas pecahan beling. Tentu saja menghadirkan decak kagum semua peserta, juga disertai rasa cemas jika penarinya cidera.
Begitu acara pembukaan acara di Plaza (Lapangan Upacara) selesai, kegiatan utama berlangsung di ruang kelas. Khusus kelas 12 mengambil tempat di ruang Gedung Serba Guna (GSG), sedangkan siswa kelas 10 dan 11 memgambil tempat di semua kelas yang sudah disiapkan oleh sekolah melalui Tim Sarana Prasarana. Dengan alokasi waktu yang disediakan, sampai menjelang masuk jam 12.00, semua kegiatan di masing-masing kelas usai dituntaskan oleh semua pemateri.
Kegiatan Keuangan Mengajar ditutup resmi di ruang VIP sekolah, yang diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas. Karena Kepala Sekolah sedang berada di RS DKT. Usai penutupan, semua siswa difokuskan pada kegiatan mandiri di Asrama. Sedangkan semua Pamong (Guru, TU dan Asrama) melanjutkan kegiatan bersama Pak Mayjen TNI (Purn) Asrobudi. Saya melihat ini sebagai sebuah shock therapy bagi orang-orang yang selama ini menganggap santai dan abai dengan kegiatan pembinaan karakter siswa.
Saya pribadi pernah dijadikan bahan bullyan oleh pihak tertentu, karena dianggap terlalu berlebihan menerapkan aturan dan menanamkan nilai karakter kepada siswa. Sebagai sekolah berasrama, tentu saja apa yang menjadi tugas dan kewajiban orang tuanya di rumah, dipindahkan ke pihak sekolah, terutama bidang keasramaan. Karena merekalah yang lebih banyak terlibat dalam kegiatan pembinaan di luar kelas.
Melihat dan menilik apa yang dilakukan oleh Pak Mayjen, adalah sebuah terapi kejut bagi semua pihak. Apalagi mereka yang sering melemparkan tanggung jawabnya kepada pihak lain. Padahal sejatinya itu menjadi bagian utama tugasnya. Pernah dan sering dianggap aneh, karena konsisten terhadap penegakan aturan, menanamkan nilai karakter akhlak mulia, adalah tugas semua pihak. Namun tentu saja, setiap komponen harus seiring sejalan. Jangan menikung dan cara yang tidak benar. Apalagi jika ingin mendapatkan "perhatian" siswa dan orang tuanya, seolah kita adalah "pahlawan" yang telah menyelamatkan anaknya dari sanksi sekolah.
***
~~ Telanaipura, Jambi, 111125 ~~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
