Belajar dari Angka Nol (Bagian 1)
Tantangan Hari ke-2157
#TantanganGurusiana-6
***
Pernah berada pada posisi serba sulit, penghasilan sebagai guru honorer pada masa itu, jangankan untuk belanja keperluan sehari-hari, ongkos bolak balik setiap hari masuk sekolah saja tidak cukup. Namun tidak membuat diri ini patah semangat. Bukan lagi tentang uang, kekayaan dan hal lain yang ikut "nempel" dengan profesi yang satu ini, biasa disebut GURU.
Jika hari ini, banyak yang ribut dengan keterlambatan pembayaran gaji, tunjangan, dan lain-lain. Maka dulu hanya bisa dibayarkan setiap ujian caturwulan dilaksanakan. Itu artinya, gaji guru honor dibayar setiap tiga bulan sekali. Mengeluh? Tentu saja iya. Tapi mau melakukan apa? Demo ke kantor pemerintah, atau aksi protes di depan ruang kepala sekolah dan bendahara. Tidak demikian. Karena memang, orang tua siswa akan membayar uang sekolah anaknya, supaya bisa ikut ujian.
Belum lagi jika berurusan dengan pembinaan siswa pada cabang ekstrakurikuler. Kebetulan memang sejak berstatus sebagai murid (SD, SMP, SMA sampai Perguruan Tinggi), diri ini aktif sebagai anggota Pramuka. Maka tugas tambahan yang diberikan oleh sekolah selain mengajar, juga sekaligus sebagai pembina Pramuka. Adakah honornya? Tentu saja ada. Walau tidak seberapa.
Justru karena ada honornya dan yang ditunjuk sebagai pembinanya kebetulan diri ini dan satu rekan sesama guru honorer. Apa daya, ternyata dengan honor yang tidak seberapa, kata-kata tidak enak pula yang terdengar nyaring. "Guru honorer itu rajin membina dan melatih Pramuka, karena ada honornya," ujar beberapa siswa.
Marahkah diri ini dengan ucapan tersebut? Jelas tidak. Mungkin mereka belum tahu, apa yang sebenarnya terjadi. Lalu tertanam dalam diri, bahwa uang honor sebagai pembina dan pelatih Pramuka, tidak akan digunakan untuk kepentingan apapun. Semuanya dimasukkan ke dalam celengan. Dengan harapan, sampai masanya uang tersebut dikembalikan dalam bentuk yang berbeda.
(Bersambung)
***
~~ Mendalo Mas, 101225 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
