Belajar dari Angka Nol (Bagian 11)
Tantangan hari ke-2167
#TantanganGurusiana-6
***
Setelah dipanggil menghadap bagian Sarana Prasarana, saya mendapatkan kunci rumah dinas, yang ternyata adalah rumah yang akan ditempati oleh rekan saya sesama guru Fisika, saya adalah penggantinya. Karena beliau dipanggil berpulang keharibaan Ilahi. Beliau yang dulunya pernah mengajak saya untuk pindah ke sekolah ini. Namun saya dengan cara halus menolak ajakan tersebut.
Jujur saja, saya orang bebas, yang setelah selesai mengajar dan pulang ke rumah, tidak harus dibebani lagi dengan tugas sekolah. Itulah jawaban saya waktu sama-sama mendapat tugas memeriksa lembar jawaban Ujian Akhir Sekolah (UAS), yang waktu itu melibatkan guru di Dinas Pendidikan Kabupaten.
Sejenak setelah menerima kunci rumah, saya justru membayangkan rekan sesama kuliah dan sama-sama Prajabatan. Bukan saja akrab saat di kampus, tapi saat bertugas di Muaro Jambi, saya dengan Alm masih sering berbagi cerita dan diskusi terkait perangkat pembelajaran Fisika. Karena pada masa itu, semuanya masih dalam bentuk manual. Ditulis rapi dalam buku agenda. Sehingga di rumah, sudah menumpul buku agenda mengajar yang terdiri dari Analisis Materi Pelajaran (AMP), Program Satuan Pembelajaran (PSP) dan Bank Soal.
Padatnya jadwal mengajar, menyebabkan saya belum sempat mampir ke alamat rumah yang sebelumnya sudah diberikan. Rumah dinas yang berada di Blok C Nomor 7, ternyata sejak awal berdiri, rumah dinas ini memang khusus ditempati oleh guru mata pelajaran Fisika. Sehingga suasana Fisikanya sangat terasa. Bukan hal yang horor, tapi memang bersih tanpa harus menyewa petugas kebersihan sekolah. Tentu saja hal tersebut tidak akan saya lakukan. Tidak mau melibatkan petugas kebersihan untuk rumah dinas yang akan saya tempati.
Saat jam kosong, saya mulai melakukan tugas pembersihan rumah dinas. Mulai dari hal ringan, kemudian lanjut ke bagian yang agak berat, tapi tidak dilakukan sendiri, karena ada adik ipar yang kebetulan sedang libur kuliah. Dia yang sejak mahasiswa baru, sudah tinggal bersama dengan saya dan istri.
Saya memberikan gambaran apa saja yang akan dia lakukan. Untuk urusan makan dan sebagainya, sudah disiapkan dari kontrakan. (Oh ya, sekadar untuk diketahui, bahwa sebelumnya saya selain sebagai guru, juga seorang kontraktor. Dalam artian bukan pengusaha konstruksi, tapi kontraktor dalam artian tukang ngontrak).
Hampir satu minggu saya dan adik membersihkan rumah dinas. Bukan karena kotor, tapi karena sudah bertahun-tahun ditinggal kosong, sehingga berbagai atribut terlihat mengotori ruangan. Mulai dari berbagai bentuk dan ukuran sarang laba-laba. Belum lagi debu dilantai yang lebih mirip dengan bekas banjir lumpur.
Konon kabarnya, rumah kosong ini dijadikan tempat isolasi siswa yang melanggar aturan disiplin sekolah. Bisa dibayangkan kotornya seperti apa. Jangan ditanya aromanya. Jika tidak menggunakan masker, bisa sejenak tidak sadarkan diri, lalu hilang ingatan. (Bersambung)
***
~~ Mendalo Mas, 201225 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
