Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Belajar dari Angka Nol (Bagian 12)
Ilustrasi gambar: Grok

Belajar dari Angka Nol (Bagian 12)

Tantangan Hari ke-2168

#TantanganGurusiana-6

***

Pekerjaan merapikan rumah dinas sudah selesai. Tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mengangkut dari kontrakan di kawasan Gotong Royong, Telanipura Jambi. Jumlah barangnya tidak banyak, hanya saja sangat repot jika diangkut dengan menggunakan motor. Akhirnya, setelah melalui berbagai pertimbangan, disepakati menyewa angkutan kota (Angkot) dari Telanai menuju rumah dinas. Walaupun saat berangkat ke sekolah, perlahan-lahan barang yang bisa dibawa dengan motor terus saya lakukan. Ternyata tetap saja masih banyak yang tertinggal. Buktinya, satu angkot tetap penuh dengan barang bawaan dari kontrakan.

Rumah dinas ini, sampai masanya ternyata menjadi Base Camp anak-anak saat malam minggu dan hari minggu bagi yang tidak ikut pesiar. Tempat berbagi cerita dan pengalaman kepada siswa. Sebagai guru saat berada di dalam kelas, kemudian menjadi teman dan sahabat saat di luar kelas. Apalagi jika mereka sudah berkumpul di rumah. Itupun lintas jurusan. Walaupun si empunya rumah dinas adalah guru Fisika, tapi siswa yang dari jurusan IPS juga turut serta berkumpul bersama.

Menilik apa yang terjadi dalam kelas, keseriusan mereka belajar, kadang menghadirkan semangat yang tiada henti. Pernah satu waktu, kelas 3 IPA belajar Fisika dari jam 07.00 sampai jam 12.00. Saat jam istirahat 10.00 sampai 10.30 saja, mereka enggan keluar kelas sekadar untuk menikmati kue yang sudah disiapkan dari dapur umum. Terpaksa hanya ketua kelas dan sekretaris yang berangkat ke dapur menjemput kue tersebut.

Tentu saja, sebelum hari yang dimaksud, kepada anak-anak sudah saya minta bawa TapeRecorder beserta kaset lagu yang mereka miliki. Sedangkan saya menyiapkan kaset Kenny G, Ebiet G. Ade, Nike Ardila dll. Pokoknya yang penting bukan lagu dangdut. Bukan apa-apa, karena setiap lagu tersebut diputar, teringat pakaian serba minim yang sering dipertontonkan dilayar TV. Sehingga anak-anak jadi paham, kenapa kaset dangdut dilarang.

Keseriusan mereka belajar, menambah semangat saya mendampingi mereka menuntaskan semua materi dan soal-soal latihan. Diskusi ringan sampai membahas hal yang lebih berat. Tidak sepenuhnya menuntaskan materi pelajaran, tapi juga berdiskusi terkait rencana melanjutkan kuliah ke berbagai perguruan tinggi serta dengan pilihan jurusan yang tepat dan sesuai dengan bakat minat masing-masing. Dari merekalah saya menjadi belajar banyak. Bahwa dari berbagai aktivitas positif yang mereka lakukan, akan memudahkan langkahnya menuju cita-cita. (Bersambung).

***

~~ Mendalo Mas, 211225 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post