Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Belajar dari Angka Nol (Bagian 13)
Ilustrasi gambar: Grok

Belajar dari Angka Nol (Bagian 13)

Tantangan Hari ke-2168

#TantanganGurusiana-6

***

Rumah Blok C No.7 kini bukan hanya menjadi tempat beristirahat, tapi juga menjadi rumah kedua bagi anak-anak. Tempat yang selalu memberi mereka ruang berekspresi dan diskusi berbagai hal. Tapi ada satu pesan yang tidak pernah saya lupa sampaikan. Jangan hanya fokus mengejar nilai bagus, namun dalam proses dan perjalanannya melupakan integritas. Memang, pada angkatan awal saya bergabung, jangan pernah sekalipun melakukan hal yang tidak baik dalam ujian, karena resiko sanksinya juga tidak ringan.

Terlepas dari kegiatan mereka saat di kelas, rumah dinas ini juga menjadi ruang kelas informal bagi anak-anak. Diskusi masih terus berlanjut tanpa sekat. Sebagai guru di kelas, sebagai sahabat dan teman saat berada di rumah. Berbagai hal menjadi topik diskusi. Mendengarkan harapan dan cita-cita mereka, lalu saya mengambil posisi sebagai motivator "hebat" dalam artian karena sudah melewati semua hal, sementara anak-anak baru akan menjajal kesempatan tersebut.

Rumah dinas yang kebetulan hanya saya tempat berdua dengan adik, yang kebetulan juga lebih banyak menghabiskan waktu di kampusnya di kota Jambi, maka secara otomatis rumah dinas hanya ada penghuninya saat sore dan malam ketika tidak dinas malam. Waktu tersebut, saya sudah menyiapkan diri menerima kehadiran banyak siswa, baik putra maupun yang putri. Jangan ditanya, saat kelompok anak yang dekat dengan saya ini, keluar dari ruang makan dengan wajah kusut. Itu pertanda ada yang kuramg cocok dengan suasana hati mereka. Maka dapur menjadi semakin meriah. Anak-anak akan memasak sesuai seleranya masing-masing.

Selama membersamai mereka, ada satu kejadian yang menurut saya sangat baik ditiru oleh angkatan berikutnya. Waktu itu saya sedang diurut (Massage) oleh anak mertua. Karena saya sedang tidak kurang sehat. Tiba-tiba pintu rumah diketuk sembari terdengar ucapan salam. Istri langsung membuka pintu depan dan melihat siapa yang datang.

Di depan teras ada dua siswi yang berdiri menemani sang ketua kelas. Ketua kelas menyampaikan, bahwa jam 08.30 adalah jam pelajaran Fisika, seharusnya saya sudah berada di dalam kelas. (Kebetulan waktu itu masih moving class). Saat siswa pindah kelas saat pertukaran jam pelajaran, mereka tidak menemukan saya di dalam kelas Fisika. Sehingga muncul inisitif ketua kelas untuk menjemput saya ke rumah. Karena tidak biasanya saya meninggalkan ruang kelas saat jam belajar.

Saya menyampaikan dari ruang tengah, bahwa akan segera menyusul ke ruang kelas dan meminta mereka tetap berada di dalam kelas dan tidak berkeliaran. Ketua kelas mengucapkan "Siap Pak" pesan Bapak segera saya laksanakan. Dengan tegas ketua kelas membalas ucapan saya dari ruang tengah. Sembari saya bergegas berpakaian lengkap. Walaupun badan saya dengan aroma unik. Karena baru dioles minyak urut dengan merk tertentu.

Saat sampai di dalam kelas, saya menyampaikan permohonan maaf, karena tidak sempat memberikan kabar jika saya sebenarnya dalam keadaan sakit. Tentu saja, apa yang sampaikan membuat seisi kelas terdiam. Saya melanjutkan pembicaraan, bahwa mereka tidak salah. Malah saya memuji inisiatif ketua kelas menjemput saya ke rumah. Sebagai bentuk tanggung jawabnya selama menjadi ketua kelas. (Bersambung)

***

~~ Mendalo Mas, 221225 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post