Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Belajar dari Angka Nol (Bagian 16)
Ilustrasi gambar: Grok

Belajar dari Angka Nol (Bagian 16)

Tantangan Hari ke-2172

#TantanganGurusiana-6

***

Setelah merasakan betapa pahit dan getirnya hati, manakala hasil jerih payah dalam membimbing siswa seolah tidak bermakna. Sempat sejenak merenung, akankah berlanjut membersamai perjuangan siswa dalam bidang Olimpiade Sains, kemudian membiarkan bidang Penelitian Ilmiah Remaja berjalan sendiri. Kadang sempat muncul pikiran seperti itu, tapi juga langsung hadir pertentangam dalam hati.

Berkecamuknya berbagai macam pertimbangan, apalagi jika sudah terkait dengan keberhasilan siswa, belum lagi apresiasi atas capaian prestasi yang diraih juga kurang, maka makin komplit masalah yang dihadapi jika saya memilih mundur. Lalu muncul kembali pilosofi angka nol tadi. Bisa dibayangkan, ruetnya orang berbelanja dengan nominal uangnya dalam angka romawi. Bagaimana menghitung jumlah belanja dan uang kembaliannya. Tapi angka nol hadir memberikan jalan kemudahan.

Angka yang dianggap tidak ada saat penilaian, tapi menjadi sangat berharga jika berpasangan dengan angka lain, tentu saja dalam bentuk nominal yang tertera pada lembaran uang (kertas dan logam). Berapapun jumlah yang dibelanjakan, tetap saja kehadiran angka nol memberikan jalan kemudahan. Tidak peduli banyak yang menganggap itu bukanlah hal penting. Persis seperti beberapa kasus yang sedang saya alami.

Memberikan tanpa berharap kembali, bukanlah pekerjaan yang ringan. Kadang bukan menerima, justru harus memberi guna mencukupi. Tidak pernah terbersit dalam pikiran, apalagi sampai ditunaikan. Saat membimbing siswa, kemudian mereka berhasil dan mendapatkan hadiah, lalu saya meminta jatah hadiah tersebut dengan alasan bahwa seorang guru pembina memiliki hak atas hadiah tersebut. Entah mengapa, sedikitpun tidak pernah ada keinginan seperti itu. Apalagi sampai dengan sedikit ancaman, manakala siswa tidak memberikan jatah hadiah untuk guru pembina.

Pernah satu waktu, saat salah seorang siswa berhasil lolos ke tingkat nasional, Olimpiade Sains Nasional cabang Fisika. Oleh pihak sekolah, kepada saya diberikan hadiah, sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan membimbing siswa lolos sampai ke tingkat nasional. Uang yang diberikan, justru saya habiskan untuk membeli buku rujukan siswa tim Olimpiade Fisika. Melalui alumni yang sedang kuliah di kota Gudeg, Yogyakarta. Mereka berjibaku mencari buku pembinaan Olimpiade Fisika di Shoping Center, dekat kawasan Malioboro. (Bersambung)

***

~~ Danau Kerinci, 261225 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post