Belajar dari Angka Nol (Bagian 17)
Tantangan Hari ke-2173
#TantanganGurusiana-6
***
Belajar dari banyak kejadian, mengantarkan diri lebih siap menghadapi apapun yang akan terjadi. Seperti saat menjadi pendamping Olimpiade Sains di kota Semarang. Walaupun berangkat dengan status peserta Simposium Guru Pembina Olimpiade Sains Nasional, tetap saja tidak semua urusan ditanggung oleh panitia. Hotel dan semua hal yang melekat kepada semua peserta ditanggung oleh panitia. Termasuk didalamnya transportasi dari hotel menuju lokasi kegiatan di kawasan Kampus AKPOL.
Bagaimana dengan urusan sebagai guru pendamping yang harus melihat siswanya di penginapan. Memang waktu itu, panitia sangat ketat menjaga semua hotel tempat menginap peserta OSN. Menyiasatinya harus melalui hubungan telpon. Tapi jangan dibayangkan seperti sekarang. Semuanya dapat dengan mudah dan biaya yang murah. Waktu itu masih terasa sangat berat. Hubungan telpon seluler masih dikenai biaya yang luar biasa. Jika dua nomor handphone sama-sama dari Jambi, maka akan dikenakan biaya roaming nasional. Artinya sistim hubungan tersambungnya Semarang - Jambi - Semarang.
Untuk urusan telpon saja, setiap hari tidak kurang menghabiskan pulsa sekitar 100 - 200 ribu rupiah. Sehingga dari sejak hari pertama sampai kepulangan dari kota Semarang, menghabiskan kuota pulsa telpon lebih kurang 1.000.000 rupiah. Semua biaya yang dikeluarkan sepenuhnya menjadi urusan pribadi. Jangan bayangkan akan mendapatkan penggantian biaya dari lembaga yang menaungi kita mengajar. Tentu saja ini memberikan pelajaran tambahan, jangan terlalu berharap semua yang kita keluarkan akan menjadi perhatian pihak terkait. Jika menjadi pendamping, maka juga harus bersiap dengan semua resiko yang ditanggung sendiri.
Berangkat dari semua peristiwa, semakin paham dan mengerti dengan keadaan. Apabila sudah memilih berkhidmat menjadi pembina dan pendamping ekstrakurikuler bidang sains, juga harus siap menghadapi berbagai tantangan. Ditambah lagi, selama menjadi pembina dan pelatih siswa, tidak pernah dibayarkan honornya. Akankah sang guru menuntut? Tentu saja tidak. Bukankah angka nol itu tidak punya makna. Apalagi jika berdiri sendiri. Maka akan terlihat angka nol yang berserakan itu hanya sekumpulan angka yang tidak bermakna.
Setiap peristiwa yang terjadi, tidak satupun bisa dibiarkan menghilang dan dilupakan begitu saja. Karena ada pesan tersirat yang bisa diambil bagi yang merasakan hikmahnya. Bukankah setiap kejadian selalu berpasangan. Baik buruk, cepat lambat, tinggi rendah, dan lain sebagainya. Begitu pula dengan yang sedang terjadi. Bukanlah hal yang sedikit uang yang dihabiskan untuk kegiatan pendampingan peserta OSN dari sekolah. Lalu apa yang dirasakan? Karena tidak semua anak bisa mendapatkan kesempatan hadir sebagai peserta Olimpiade Sains Nasional. Tapi ditengah kekurangan biaya tersebut, Allah berikan kemudahan bagi anak terpilih untuk bisa hadir dan merasakannya. (Bersambung)
***
~~ Danau Kerinci, 271225 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
