Belajar dari Angka Nol (Bagian 18)
Tantangan Hari ke-2174
#TantanganGurusiana-6
***
Setelah belajar banyak dari berbagai pengalaman dan kejadian unik yang sering dihadapi, maka semakin meyakinkan diri ini untuk terus berjuang membersamai setiap langkah anak-anak hebat. Tidak perlu sibuk memikirkan apakah dalam prosesnya dibantu finansialnya atau tidak. Yang jelas, insentif sebagai pelatih dibayar tidak sedikit, bahkan lebih besar dan diluar nalar orang kebanyakan. Karena bisa mencapai 3M (makasih, makasih, makasih). Itupun juga jarang. Kalaupun ada, hanya orang tertentu saja.
Tidak pernah merasa lelah, apalagi sampai "kapok" dan tidak mau lagi bergerak. Bagi yang orientasinya "uang" sangat bisa iya. Mereka perlahan akan mundur. Siapa sih yang mau bergerak bersama siswa tanpa dibayarkan honornya. Tapi sekali lagi, setiap orang berbeda-beda seleranya.
Tidak mungkin dibuat sama dan seragam. Karena berbeda itu pula, makanya saya dan anak-anak berusaha se natural mungkin, agar tidak terlihat menyolok. Kegiatan pembinaan juga lebih sering seperti sedang "ngumpul" dan bercerita. Apalagi saat pertemuan, hampir semua cabang (9 cabang OSN) berada salam satu ruangan yang sama.
Menanamkan semangat pantang menyerah, walaupun dalam kondisi yang mungkin tidak seperti yang diharapkan, bukanlah hal mudah. Anak-anak yang memerlukan perhatian lebih, akan terasa berat diajak bersama-sama berjuang. Hanya satu dua orang yang benar-benar siap menghadapi tantangan tersebut.
Serunya, dari jumlah yang sedikit itu, muncullah semangat solidaritas antar sesama. Mereka tidak mau berkhianat dengan temannya yang sedang berjuang. Hasilnya? Setiap pertemuan semua cabang, selalu disampaikan pesan, perlunya menjaga kekuatan dalam tim. Bukan lagi siapa yang berhasil lolos ke nasional. Karena siapapun yang lolos, yang dibawa tetap nama tim Olimpiade Sains Sekolah, bukan nama pribadi ynag ditonjolkan.
Setelah mengalami kekosongan pada tahun 2007, maka awal tahun 2008 sudah terlihat kekuatan masing-masing tim. Tinggal siapa yang mampu menjaga konsistensi dalam belajar dan memaksimalkan sumber belajar yang terbatas, untuk hasil yang lebih besar. Terbukti sudah, satu siswa berhasil membawa nama sekolah ke tingkat nasional di Kota Makassar.
Siswa angkatan XIII ini tidak ujug-ujug jadi. Dia sudah merasakan beberaap cabang Olimpiade, namun dikeluarkan dari tim dengam berbagai alasan. Saat saya masih di Fisika, anak ini bergabung dengan tim Fisika. Sayangnya tidak bertahan lama, saat saya pindah haluan ke cabang Astronomi, dia ikut dikeluarkan dari tim, tentu saja dengan alasan yang sama dengan tim sebelumnya.
Akhirnya, dia berlabuh ke tim Astronomi. Justru dengan kemampuan lintas materi yang diperlukan pada cabang Astronomi, mengantarkan JNS lolos ke nasional. Pernah aktif pada bidang Matematika dan Fisika. Dua bidang ini sangat diperlukan pada cabang Astronomi. JNS menjadi dewa penyelamat tim. Namanya menjadi bahan pembicaraan dalam angkatannya. Namun sayang, keberhasilannya membawa nama sekolah, berbanding terbalik dengan perlakuan salah seorang petinggi sekolah.
Saya melihatnya dari sudut pandang yang berbeda. Orang tersebut sejak awal memang sangat tidak menyukai saya dan keberadaan saya di sekolah. Apapun yang saya lakukan, selalu mendapatkan perlawanan dan ejekan. Seolah tidak ada satu kebaikanpun yang saya lakukan untuk sekolah yang menurutnya benar. Entah terbuat dari apa hati orang tersebut. Membenci orang lain, tanpa tahu kesalahannya apa. Yang penting benci dan tidak suka. Tidak peduli salahnya ada atau tidak.
Bayangkan saja, anak yang lolos ke tingkat nasional, lalu saat upacara pelepasan tim berangkat ke Kota Makassar, disampaikannya dari mimbar upacara, "Bahwa tahun ini hanya satu orang siswa yang lolos ke tingkat nasional, itupun bukan cabang Bergengsi," ujarnya dengan lantang.
Bisa dibayangkan kepedihan hati siswa, sudahlah tidak diberi hadiah, malah mendapatkan kata-kata yang tidak baik dari salah seorang petinggi sekolah. (Bersambung)
***
~~ Danau Kerinci, 281225 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
