Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Belajar dari Angka Nol (Bagian 21)
Ilustrasi gambar: Dokumen Pribadi

Belajar dari Angka Nol (Bagian 21)

Tantangan Hari ke-2177

#TantanganGurusiana-6

***

Setelah tiga tahun berturut mengirimkan satu peserta ke tingkat nasional, akhirnya tahun 2009 berhasil mengirimkan dua siswa ke tingkat nasional. Cabang yang ikut merasakan persaingan siswa terhebat dari seluruh negeri adalah Astronomi dan Kimia. Bagi cabang Astronomi masih lumayan, karena ada kakak senior yang sebelumnya sudah merasakan aura kompetisi di level nasional, sehingga secara mental dan materi yang dilombakan sudah didapatkan. Lain halnya dengan bidang Kimia.

Saya tidak pernah sedikitpun mengatakan bahwa keberhasilan siswa lolos ke tingkat nasional karena kehebatan guru pembinanya. Tapi keberhasilan semua elemen dalam bidang Olimpiade Sains di sekolah. Ada doa dari setiap siswa, siapapun yang lolo ke tingkat nasional adalah merupakan keberhasilan dari sebuah tim yang terus menjaga kekompakan dan membangun kekuatan. Sehingga tidak boleh ada satu orangpun merasa paling superior dari yang lain.

Menanamkan semangat kebersamaan kepada anak-anak bukanlah hal mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi. Karena untuk usia anak SMA, mereka sedang berlomba-lomba memperlihatkan siapa diri mereka dihadapan teman-temannya. Jika tidak dikelola dengan baik, maka peluang tim bubar dan terpecah menjadi samgat besar.

Keberhasilan dua tim ke tingkat nasional, menambah semangat anak-anak untuk mempersiapkan diri lebih maksimal. Walaupun dengan sumber belajar yang masih sangat terbatas. Persiapan keberangkatan ke Jakarta terus dilakukan. Melalui program pembinaan intensif yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi, semua hal yang sudah dipelajari kembali diperkuat. Yang belum dipahami, kita bahas bersama dalam tim. Apalagi satu siswa lainnya yang lolos ke tingkat nasional adalah siswa MAN Cendikia Jambi.

Akhirnya, keberangkatan tim OSN Provinsi Jambi resmi diberangkatkan. Tentu saja tanpa pendamping dari sekolah. Karena panitia dari Dinas Pendidikan hanya membiayai tiket perjalanan untuk guru pendamping yang siswanya peraih peringkat satu provinsi. Namun guru yang siswanya lolos ke nasional tetap diberi kesempatan berangkat, tentu saja dengan biaya sendiri.

Apa daya, karena keterbatasan dana. Saya hanya bisa menitipkan dua siswa kepada teman guru sekolah lain, untuk memberikan motivasi dalam memghadapi lomba. Selain itu, saya juga terus melakukan kontak kepada anak-anak. Jangan ditanya berapa biaya yang harus dikeluarkan. Menjaga semangat anak-anak, untuk terus fokus dengan lomba dan jangan merasa hebat apalagi abai terhadap orang lain.

Itulah pentingnya karakter yang kuat. Mungkin karena merasa lebih baik, sehingga menjadi lengah pada sesi lomba berikutnya. Saat ronde teori, tim Astronomi Titian Teras mampu menembus urutan ke-17 nasional. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pada ronde pengolahan data dan observasi, banyak hal yang sudah diingatkan menjadi terabaikan. Akhirnya, impian untuk bisa membawa medali pulang menjadi hilang. (Bersambung)

***

~~ Danau Kerinci, 311225 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post