Belajar dari Angka Nol (Bagian 4)
Tantangan Hari ke-2160
#TantanganGurusiana-6
***
Setelah mendapatkan informasi kepastian penempatan sebagai Guru CPNS, saya mempersiapkan diri apa adanya. Tidak banyak barang-barang yang saya bawa. Karena hanya sebatas lapor diri. Karena belum dimulainya kegiatan belajar mengajar di sekolah. Tepatnya di SMPN Ladang Panjang. Yang berada di kawasan yang lumayan jauh dari kota Muara Bulian. Karena saat penyerahan SK, terjadi pemekaran wilayah. Kabupaten Batanghari terpecah menjadi dua wilayah. Kabupaten Batanghari sebagai kabupaten induk, lalu pemekarannya menjadi Kabupaten Muaro Jambi.
Kegiatan lapor diri, dengan membawa surat perintah tugas dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, juga fotocopy SK pengangkatan sebagai CPNS, semuamya dimasukkan kedalam satu map, untuk diserahkan kepada Kepala Sekolah. Sambutan beliau sangat hangat. Dalam pembicaraan seru tersebut, sekilas terekam bahasa Jambinya bercampur dengan dealek khas Minangkabau. Ternyata setelah cerita panjang lebar (berarti luas pembicaraannya), adik perempuan beliau adalah adik saya di Unit Kegiatan Pramuka di Racana IKIP Padang.
Tentu saja, beliau menjadi semakin bersemangat sebagai Kepala Sekolah. Karena terbayang sudah program unggulan yang akan beliau lakukan dalam memajukan sekolah tersebut. Namun apa daya, setelah saya melakukan tugas lapor diri, saya pulang kampung untuk menyiapkan diri resmi pindah menjadi warga Muaro Jambi.
Ternyata, tidak berselang lama, Kepala SMAN 1 Maro Sabo menghadap ke Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Muaro Jambi, yang berkantor di Kawasan Simpang Sungai Duren. Beliau meminta guru Fisika (dengam menyebutkan nama saya), untuk dipindahkan dari SMPN Ladang Panjang ke sekolah beliau. Jika itu tidak dipenuhi, maka lapangan kantor DPRD akan beliau jadikan tempat berkemah para siswanya, guna menuntut pihak Dewan menyetujui permintaan beliau.
Entah bagaimana, tiba-tiba salah seorang staf kesekretariatan DPRD, memanggil nama bapak Kepala Sekolah. Ternyata pegawai tersebut adalah murid beliau saat menjadi guru di SGO ( Sekolah Guru Olahraga) kota Jambi. Akhirnya kisah kehadiran beliau langsung disampaikan kembali kepada mantan siswa beliau. Lalu didapatkan keputusan, saya resmi dipindahkan dari SMPN Ladang Panjang ke SMAN 1 Maro Sebo.
Tentu saja, kisah ini saya dapatkan setelah saya kembali lapor diri ke sekolah yang baru, menemui sang Kepala Sekolah, yang ternyata beliau adalah mantan Pamong (Guru) PMP di sekolah unggulan di Provinsi Jambi (sebut saja SMA Titian Teras, waktu itu masih dibawah naungan Yayasan Pendidikan Jambi). Lalu apa kaitannya dengan judul di atas? Tentu saja sangat terkait. Bukankah jika kita melakukan suatu kebaikan tanpa pamrih, tanpa ada maksud terselubung, semua memang diniatkan karena Allah, maka kebaikan itu akan menemukan jalannya dilain masa. (Bersambung)
***
~~ Mendalo Mas, 131225 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
