Belajar dari Angka Nol (Bagian 7)
Tantangan Hari ke-2163
#TantanganGurusiana-6
***
Setelah melihat perkembangan dan kemajuan anak dalam belajar Fisika, juga mata pelajaran lainnya, maka perubahan karakternya juga bertumbuh ke arah yang lebih baik. Jika pada masa lalu, hampir setiap hari melihat anak-anak berkelahi dan membuat onar, perlahan tapi pasti, semuanya sudah jauh lebih baik.
Kepala sekolah juga agak sedikit bingung. Karena kegiatan belajar tambahan bersama saya memang tanpa dipungut bayaran. Siswapun tidak diwajibkan untuk semuanya datang. Hanya bagi mereka yang mau dan secara suka rela hadir. Tapi serunya, justru semuanya hadir, seolah kegiatan belajar tambahan ini program resmi sekolah.
Satu waktu, Kepala sekolah kembali bertanya dan memastikan informasi tersebut kepada saya langsung. Jawabannya tetap sama. Bahwa kegiatan belajar tambahan setelah jadwal belajar normal (sesuai jadwal pelajaran dari sekolah), murni dilaksanakan secara suka rela. Baik siswa maupun gurunya. Tidak ada paksaan untuk hadir, juga tidak ada uang dalam kegiatan tersebut. Akhirnya, barulah sang Kepala sekolah puas. Bahwa kegiatan yang saya lakukan memang dalam rangka menambah kesempatan siswa dalam memahami materi pelajaran.
Selama kegiatan belajar tambahan, berbagai aktivitas selain belajar juga tetap diberi kesempatan. Apalagi terkait diskusi rencana menabung untuk Study Tour ke Sumatera Barat. Hasil diskusi ini harus disimpan rapat-rapat. Agar benar-benar dirancang untuk satu tahun kedepan. Entah karena sudah menjadi doa bersama mereka, setelah menerima rapor kelas 2, mereka masih tergabung dalam satu kelas. Dengan wali kelasnya di kelas 3 adalah saya sendiri.
Kegiatan di kelas tetap berlangsung seperti biasa. Upaya menambah jam belajar masih tetap berlangsung. Ditambah dengan mereka sudah mulai rutin menabung melalui bendahara kelas. Targetnya, saat usai ujian akhir nanti di kelas 3, bisa Study Tour keliling Sumatera Barat. Alhamdulillah, doa mereka terkabulkan. Setelah selesai ujian akhir, rencana itu saya bantu, melalui kerja sama dengan pihak Koperasi IAIN STS Jambi. Menggunakan Bus yang dikelola oleh Koperasi, dengan biaya sangat terjangkau.
Bisa dibayangkan, mereka tidak pernah memiliki impian untuk bisa melihat keindahan alam dan tempat wisata Sumatera Barat dari dekat. Saat mampir sejenak di pinggir Danau Singkarak, sudah terlihat bagaimana suasana hati anak-anak. Setelah Uda Sopir kembali melanjutkan perjalanan, tidak langsung menuju Kawasan Bukittinggi, tapi langsung ke kawasan Air Terjun Lembah Anai. Tentu saja dengan pertimbangan karena terlalu pagi masuk ke Bukittinggi.
Saya benar-benar dibuat kaget, karena ada satu siswa yang tiba-tiba menangis. Saya dan istri mendekati anak tersebut. "Kenapa menangis nak?" Ujar saya sejenak. Jawabannya membuat saya dan istri ikut terharu. Ternyata anak ini baru pertama kali melihat air mengalir sangat jernih dengan buih yang memutih saat melewati bebatuan. (Bersambung).
***
~~ Mendalo Mas, 161225 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
