Belajar dari Angka Nol (Bagian 8)
Tantangan Hari ke-2164
#TantanganGurusiana-6
***
Ternyata, kisah perjalanan bersama anak-anak berangkat Tour ke Sumatera Barat, menjadi perjalanan yang berkesan dan sekaligus sebagai yang pertama dan yang terakhir di sekolah. Mereka sudah kembali ke rutinitas, yang lulus kuliah mempersiapkan diri mengikuti Masa Orientasi Mahasiswa Baru, begitu juga yang memilih langsung bekerja. Apalagi yang memiliki sertifikat prestasi dibidang Olahraga, akan langsung diterima di sebuah perusahaan yang dekat dengan kawasan tempat tinggal mereka.
Begitu juga dengan sang guru. Langsung disibukkan dengan tugas sebagai Ketua Panitia Masa Orientasi Siswa Baru (MOS), yang sekarang sudah berganti nama, tapi tetap dengan rasa yang tidak jauh berbeda. Justru yang lalu lebih berasa suasana keakrabannya. Tidak ada tindak kekerasan dan sejenisnya. Hanya saja, saat menjadi ketua pelaksana, ada rasa yang berbeda. Karena beberapa rekan kerja yang di Tata Usaha, mengatakan bahwa belum saja pindah ke sekolah baru, tapi sudah lupa sama teman-teman di sini.
Tidak puas mendengarkan "ocehan" teman-teman, saya langsung menemui Kepala Sekolah. Justru gosip yang telah lama beredar tadi, membuat saya sejenak harus mengatur napas. Karena saat teman seangkatan mengajak saya di sekolah tersebut, saya langsung menolak. Tapi apa daya, ternyata Allah Swt berkehendak lain. Teman saya dipanggil menghadap keharibaannya, berpulang kerahmatullah. Ditengah kekosongan tersebut, pihak Yayasan meminta Dinas Pendidikan memindahkan saya langsung ke sekolah tersebut.
Walaupun suasananya dibuat sangat santai oleh Kepala sekolah, tapi tetap saja tidak bisa mengubah keinginan saya untuk tidak pindah. Beliau menyampaikan permohonan maaf kepada saya. Karena tidak memberitahu sejak awal. Bahwa permintaan pindah saya bukan karena keinginan saya sendiri, tapi atas permintaan pihak sekolah unggulan tersebut.
Bukan tidak mau pindah ke sana Pak, begitulah kira-kira saya memulai pembicaraan. Sebelumnya saya pernah diajak pindah ke sana, tapi saya tolak. Saya ingin tetap di sini, tempat dimana sekecil apapun prestasi yang kita raih bersama siswa, selalu mendapat tempat dihati anak-anak.
Kepala sekolah yang juga mantan tenaga pendidik di sekolah unggulan tersebut, justru sangat mengharapkan saya bisa menerima kepindahan sepihak tersebut. Beliau sangat meyakini, bahwa saya mampu menyesuaikan diri lebih cepat disana. Karena pola pendekatan yang saya lakukan kepada anak-anak selama berada di sekolah, menjadi perhatian beliau. Sangat jarang beliau menemukan sosok guru yang rela tidak dibayar, hanya karena menginginkan anaknya sukses. (Bersambung).
***
~~ Mendalo Mas, 171225 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
