Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Belajar dari Ketulusan, bukan Kepalsuan
Ilustrasi gambar: Grok

Belajar dari Ketulusan, bukan Kepalsuan

Tantangan Hari ke-2155

#TantanganGurusiana-6

***

Selalu ada hikmah dari setiap peristiwa yang menimpa siapapun. Mulai dari rasa tidak nyaman karena dianggap memanfaatkan keadaan, apalagi jika "nyerempet" ke hal yang paling sensitif, yaitu uang, jabatan dan kedekatan. Salah satu dari tiga hal yang umum terjadi ini, bisa menyeret kita kedalam masalah yang seolah tidak ada kata usai dan selesai.

Dalam kehidupan sehari-hari, apalagi ditempat kerja, seringkali kita dihadapkan pada masalah yang sebenarnya tidak terkait dengan apa yang kita lakukan. Selain tidak bersinggungan dengan kepentingan orang lain, juga tidak terikat dengan posisi dan jabatan orang tersebut. Anehnya, kita justru menjadi topik pembicaraan hangat. Seolah apa yang kita lakukan merugikan orang lain.

Menilik fenomena seperti ini, biasanya ada yang dengan frontal melakukan perlawanan, tapi ada juga yang melawannya dengan cara halus. Tidak secara terbuka, tapi dari hal kecil yang ia lakukan, langsung kena ke sumber masalah. Tepatnya ke orang yang selalu membuat masalah dan menjadi pemicu adanya masalah.

Berangkat dari pengalaman, maka menghadapi orang yang melakukan sesuatu karena ingin dilihat, atau lebih jauh lagi untuk mendapatkan perhatian dari atasan, biasanya tidak akan permanen sistim kerjanya. Karena ada niat terselubung dibalik semua aktivitas yang dilakukannya. Maka langkah yang efektif bagi kita yang menemukan sosok seperti ini adalah menjaga jarak. Tidak perlu membenci dan membongkar semua kegiatan yang dia lakukan, karena pasti akan tercium sendiri aroma busuknya.

Melakukan sesuatu dengan ketulusan hati itu tidak mudah. Karena pasti akan berhadapan dengan kelompok orang yang dijelaskan di atas. Mereka tidak akan pernah suka dan selalu berusaha ingin menjatuhkannya. Sekecil apapun, mereka tetap berupaya menjatuhkan dan jika bisa menghancurkannya. Tapi sayang, kegiatan yang dilakukan tanpa ada niat terselubung, akan mendapatkan kekuatan dalm tim yang luar biasa kuatnya. Jika ada anggota (siswa) yang tidak kuat, atau gampang tergoda, biasanya akan mundur secara teratur.

Sebagai bagian dari komunitas yang bekerja tanpa pamrih, bersama siswa bahu membahu menorehkan prestasi untuk sekolah, bukan hal aneh jika menemukan komunitas yang menebar kebencian. Justru kehadiran mereka sangat baik bagi unit kegiatan yang bekerja dalam sunyi, tidak ada "drama" dalam setiap kegiatan. Berkumpul dan hadir dengan penuh ketulusan. Sampai akhirnya merekalah yang terus menjadi yang terdepan dalam meraih prestasi. Bukan hanya di level nasional, bahkan tingkan internasionalpun mereka mampu raih.

Jadi melakukan sesuatu dengan ketulusan hati, bukan dengan kepalsuan, Insya Allah pasti akan mendapatkan hasil yang jauh lebih baik. Bukankah hukum ke-3 Newton sudah menjelaskan. Kita akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang kita lakukan. Jika melakukan kebaikan, pasti akan berbalas hal yang baik. Begitu juga dengan kejahatan dan keburukan. Cepat atau lambat, pasti akan berbalik kepada pelakunya.

***

~~ Mendalo Mas, 081225 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post