Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Bukan Aku, Tapi Mereka
Ilustrasi gambar: Dokumen Pribadi

Bukan Aku, Tapi Mereka

Tantangan Hari ke-2151

#TantanganGurusiana-6

***

Mengikuti sebuah event besar, bukan karena ada maunya. Tapi ingin melihat dari dekat, bagaimana mereka yang menjaga konsistensi dengan program dan kegiatannya bisa terus bertahan. Bukan hal mudah ditengah kuatnya godaan yang ingin meraihnya dengan cara instan. Begitu pula halnya yang banyak terjadi dibeberapa lembaga pendidikan. Ingin mendapatkan sesuatu dengan mudah, lalu menggadaikan integritas. Padahal sebenarnya ia sedang merendahkan martabatnya sebagai makhluk yang bernama manusia. Yang memilik akal dan budi. Bukan hanya jasad yang kasat mata saja.

Memang tidak ada yang sempurna. Setiap manusia diciptakan dengan berbagai kelebihan disertai dengan kekurangannya. Namun ada yang terlihat paling dominan. Jika keburukan yang sering dia perlihatkan, maka semua kebaikannya akan menjadi tertutupi. Begitu pula sebaliknya. Orang yang selalu mengedepankan akal budi yang baik, maka kebaikannya yang akan selalu terlihat, walaupun tetap saja orang lain akan mencari keburukannya.

Sebagai guru, sudah bukan hal aneh jika menemukan ada pihak yang lain sebagai sesama guru yang suka flying victim. Selalu menebar masalah dengan menghasut orang lain agar bersama dirinya melakukan penyerangan. Saat semuanya terbongkar, biasanya orang yang seperti ini akan menempatkan dirinya seolah sebagai korban. Padahal mereka adalah sumber masalahnya.

Karena memilih profesi guru bukanlah hal mudah dan ujug-ujug jadi. Karena tugas utamanya bukan mengajar. Tapi mendidik murid-muridnya dengan standar yang sama. Kebaikan itu tidak mengenal siapa dan anak siapa. Begitu pula dalam hal menegakkan disiplin dan aturan lainnya di sekolah. Manakala ada yang bermain muka, melihat ini anak siapa dan profesi orang tuanya. Apalagi sampai ada yang menerima "paket" bingkisan dari orang tua siswa, biasanya akan muncul perlakuan yang berbeda untuk kasus yang sama.

Jika perlakuan yang berbeda tersebut dengan tanpa sadar dilakukan oleh banyak orang (sebut saja guru, red). Maka yang akan menjadi korban adalah mereka. Bukan guru yang berdiri lurus dengan aturan. Menilik dari berbagai kisah yang disampaikan oleh siswa, kadang bahkan sering hati sang guru tergelitik (walau tidak geli), guru yang menekan siswa yang tidak bisa diajak kerjasama, lalu mendewa-dewakan siswa yang sudah menjadi bagian dari pola yang mereka siapkan, maka sekali lagi korbannya bukan aku (guru), tapi mereka.

Jika tiang sudah tidak lagi bisa menjadi tempat bersandar, maka jangan terlalu banyak berharap kedepan akan semakin baik. Jika hari ini, kita banyak melihat perilaku buruk siswa, lalu tidak ada itikat baik untuk mengubahnya, maka jangan pula berharap kedepan mereka akan menjadi lebih baik. Pintar? Cerdas? Sangat bisa jadi mereka bisa. Tapi manakala karakter akhlak mulia dan integritasnya rendah, maka bersiaplah melihat kehancuran generasi masa yang akan datang. Kalau dalam bahasa gaulnya, bukan aku yang hancur, tapi mereka.

***

~~ Mendalo Mas, 041225 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post