Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Belajar dari Angka Nol (Bagian 24)
Ilustrasi gambar: Dokumen Pribadi

Belajar dari Angka Nol (Bagian 24)

Tantangan Hari ke-2181

#TantanganGurusiana-6

***

Ketika kita dihadapkan pada satu masalah, seringkali diselesaikan dengan membuat masalah yang baru. Sehingga masalah yang sebenarnya sedang dihadapi tidak ada kata selesai dan berujung menjadi semakin banyak masalah. Jadi iklan salah satu produk yang mengatakan menyelesaikan masalah tanpa masalah, sebenarnya hanya menunda satu masalah, tapi endingnya tetap saja menambah masalah.

Kembali kepada realita yang banyak terjadi. Biasanya masalah yang hari ini kita hadapi, sangat bisa jadi merupakan tabungan dari apa yang dulu pernah kita lakukan kepada orang lain. Karena sebenarnya yang kini kita nikmati adalah akumulasi dari apa yang dulu kita lakukan. Jika sejak dulu suka mencari muka, maka sampai masanya akan berhadapan dengan orang yang juga suka melakukan hal yang sama kepada kita. Begitu juga dengan keburukan lainnya. Cepat atau lambat, pasti akan kembali kepada pelakunya.

Kekuatan setiap orang dalam menghadapi suatu persoalan itu berbeda-beda. Ada yang langsung tersulut emosianya, ada yang tetap dengan santai menjalaninya. Atau ada juga yang unik menghadapi dan menyelesaikannya. Langsung dengan kemarahan yang luar biasa (sekadar memancing pelaku aslinya muncul), lalu mendiamkannya sejenak sampai akhirnya semua permasalahan bisa dideteksi siapa aktor intelektual dibalik semua peristiwa.

Kadang bahkan tidak jarang, saya menilik banyak hal yang saya alami, bukan karena keburukan yang telah lakukan, tapi lebih pada seolah sedang mendapatkan ujian gratis plus kunci jawabannya. Karena jauh hari, sebelum bergabung disini, sudah terlihat aroma yang kurang nyaman. Entah apa yang menjadi pemicu orang tersebut selalu menampilkan sikap tidak suka. Tidak perlu alasannya apa nagi seorang pembenci. Maka kebencian itu tetap ia pelihara dan seolah itu adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

Saya pribadi, tidak pernah meminta balasan apapun dari apa yang sudah saya lakukan. Padahal dalam ketentuan, setiap pembina akan mendapatkan haknya, dengan nominal yang tidak seberapa, tapi memang ada yang dia terima, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan perjuangannya bersama siswa. Apakah saya kecewa? Jawaban yang diinginkan pembaca, pasti KECEWA. Tapi ternyata tidak. Sedikitpun saya menyimpan rasa kecewa. Karena saya tahu diri, bahwa saya itu bukan apa-apa dan bukan siapa-siapanya tim manajemen sekolah.

Sampai akhirnya,saat memasuki tahun 2009. Saya harus memainkan peran berbeda. Melalui tangan sekretaris pengelola kegiatan ekstrakurikuler, saya menyiapkan proposal pendanaan untuk keberangkatan ke Kota Medan. Upaya ini merupakan yang pertama kali, setelah proposal untuk mendatangkan pelatih dan atau mengirimkan siswa ke pusat pembinaan Olimpiade Sains tidak mendapatkan respon dari pihak tertentu. (Bersambung)

***

~~ Mendalo Mas, 040126 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post