Belajar dari Angka Nol (Bagian 25)
Tantangan Hari ke-2182
#TantanganGurusiana-6
***
Bukan kehendak hati mengajukan proposal ke pihak sekolah, tapi jika ini tidak dilakukan, maka akan seterusnya dianggap tidak penting. Jika uang menjadi alasan utama, maka tanpa bantuan sepeserpun, saya tetap bisa berangkat. Karena sebelum berangkat ke kota Medan, dalam sebuah rapat dengan tim Pembina Olimpiade Provinsi bersama Dinas Pendidikan, saya sampaikan ungkapan keberatan.
Dalam salah satu pengantar rapat, Pak Kabid. Dikmenti mengatakan bahwa untuk tiket keberangkatan, hanya untuk guru pendamping yang siswanya lolos sebagai juara 1 provinsi. Tapi ada pembina dan pelatih provinsi, beliau sangat aktif menjadi pelatih tapi siswanya belum pernah lolos ke tingkat nasional. Rasanya kurang elok kami berangkat, sementara ada rekan sesama pelatih tidak bisa ikut melihat dari dekat suasana lomba. Bagaiman beliau akan menceritakan kepada siswa yang lolos ke tingkat nasional tahun berikutnya,saat pelatihnya sendiri belum pernah hadir mendampingi kegiatan lomba ditingkat nasional.
Sehingga rapat bersama tersebut, menjadi kesempatan yang sangat penting bagi saya mengungkapkan semuanya kepada panitia. Saya sanggup berangkat dengan naik Bus dari Jambi menuju Medan, yang penting rekan sesama pelatih bisa berangkat. Andaikan yang lain tidak mau berbagi, saya siap hanya berdua saja naik Bus. Silahkan saja yang lainnya naik pesawat bersama siswa. Setelah adu argumen dan silang pendapat, akhirnya didapatkan keputusan semua pelatih yang aktif membimbing siswa saat Pembinaan Pra-OSN ikut berangkat ke kota Medan.
Tentu saja ada catatan tambahan, bahwa tiket keberangkatan dan kepulangan dari kota Medan sepenuhnya ditanggung oleh panitia dari Diknas. Akan tetapi biaya lainnya menjadi urusan setiap pelatih dan guru pendamping yang berangkat. Berangkat dari kesepakatm ini pula, akhirnya terpaksa mengajukan proposal ke pihak sekolah, untuk membayarkan honor pembina Olimpiade Sains yang entah sejak kapan belum dibayarkan. Bukan tentang ketidaktulusan hati, tapi ada hal lain yang mengharuskan saya mengajukan dana tersebut untuk membantu meringankan pembina pendamping.
Akhirnya belajar banyak dari keberangkatan ke kota Medan, bahwa ketulusan yang terlalu lurus (bukan berarti tidak ikhlas), sering menjadi disalahartikan oleh banyak orang. Sehingga banyak hal yang seharusnya menjadi hak guru pembina menjadi diabaikan. (Bersambung)
***
~~ Mendalo Mas, 050126 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
