Belajar dari Angka Nol (Bagian 28)
Tantangan Hari ke-2184
#TantanganGurusiana-6
***
Sejenak mengatur napas, setelah sekian lama berjibaku dengan aktivitas yang seolah tanpa henti. Kepada anak-anak sudah disampaikan, bahwa sesuai dengan ketentuan yang sudah disampaikan, saat saya diminta kembali menangani tim Olimpiade, jika tidak mencapai target yang saya ajukan, maka secara otomatis setelah mendampingi siswa dalam perhelatan OSN di Kota Medan, aktivitas saya sebagai koordinator pembina Olimpiade di sekolah dianggap selesai. Karena target 8 orang yang saya ajukan, hanya terpenuhi 7 orang siswa yang berhasil.
Dalam posisi seperti itu, anak-anak yang baru saja naik ke kelas 11, yang merupakan ujung tombak tim Olimpiade Sains untuk ajang tahun berikutnya melakukan aksi protes. Mereka menolak alasan kemunduran diri saya dari posisi koordinator Olimpiade Sains.
Saya tetap "keukeuh" mundur, sembari menunggu keputusan dari pimpinan sekolah. Saya akan selalu ada bersama mereka. Tidak pernah sekalipun saya abai dengan tugas tersebut. Namun apa daya, saya tetap berada posisi mundur. Karena target yang disampaikan tidak bisa terpenuhi.
Padahal, aslinya saya sedang melakukan eksperimen terhadap komitmen anak-anak. Jika tetap serius dan fokus, maka alasan unuk mundur itu hanya sekadar untuk memanaskan suasana. Apalagi ada PR yang harus dituntaskan. Ada derai air mata yang masih tertinggal di kota Medan. Salah satu kandidat peraih Medali OSN cabang Astronomi mengalami musibah. Sesaat sebelum berangkat, dia ke kamar mandi untuk satu keperluan. Saat keluar kamar, ternyata kalkulator yang akan dibawa saat tanding (sesi analisis data) hilang tanpa jejak.
Kisah dan cerita yang saya sempat dengar sebelumnya, akhirnya menjadi kenyataan. Salah satu korban dari PsyWar yang dilakukan oleh lawan tanding itu bukan isapan jempol belaka. Siswa saya yang sebentar lagi akan berangkat, menjadi bermasalah dengan mentalnya. Bagaimana tidak, salah satu kelengkapan tanding yang harus dibawa oleh siswa adalah kalkulator dengam jenis tertentu. Sementara pada saat yang sama, saya sedang berada di lokasi lomba Biologi. Karena mendapat tugas kunjungan ke semua titik lomba.
Untunglah, ada satu orang anak saya yang sedang kuliah di USU, Fakultas Kedokteran. Saya minta kepada sang kakak, untuk membantu mendapatkan pinjaman kalkulator bagi adiknya. Walaupun sesaat sebelum lomba, sang kakak berhasil menemukan adiknya serta dengan satu buah kalkulator, tapi secara mental sudah mengalami tekanan yang sangat luar biasa. (Bersambung)
***
~~ Mendalo Mas, 080125 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
