Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Belajar dari Angka Nol (Bagian 30)
Ilustrasi gambar: GeminiAI

Belajar dari Angka Nol (Bagian 30)

Tantangan Hari ke-2186

#TantanganGurusiana-6

***

Setelah resmi mendapatkan Surat Keputusan Pemenang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi, langkah berikutnya saya harus mengajukan proposal pembinaan intensif siswa yang lolos ke tingkat nasional. Lokasi pembinaan sudah ditentukan di kota Bandung. Cabang yang memastikan bisa ikut adalah tim Astronomi. Tentu saja dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Mencoba melakukan apa yang sudah disampaikan oleh tim sekolah unggulan Olimpiade, saat perhelatan lomba di kota Medan, ada kepedihan dan kesedihan yang dirasa oleh anak. Bagaimana tidak, peluang medali yang harusnya bisa diraih, tiba-tiba menguap tanpa bekas. Belajar dari kisah itu pula, maka sebelum memberangkatkan anak ke Manado, maka cabang yang lebih siap (baio dana maupun yang lainnya) akan saya usahakan mengajukan proposal ke pihak sekolah.

Tidak ada salahnya mencoba hal baru. Karena belum pernah ada sebelumnya, cabang yang lolos ke tingkat nasional, siswanya dikirimkan ke lembaga khusus pembinaan siswa Olimpiade. Sehingga dianggap asing dan mubazir. Apalagi hampir semua majelis guru belum pernah merasakan dan melihat bagaimana kondisi anak saat lomba di level nasional, bidang asah otak yang semua pesertanya bukan kaleng-kaleng.

Begitu proposal selesai diajukan, saya hanya bisa menunggu informasi dari bagian tata usaha (TU) untuk menghadap. Gayungpun bersambut. Saya dipanggil menghadap, namun bukan wejangan penuh motivasi yang didapatkan, tapi pertanyaan yang menyudutkan agar siswa tidak jadi dikirimkan. Mungkin karena dasarnya saya itu suka "melawan" dengan cara yang unik, sehingga pertanyaan yang sengaja ingin menjatuhkan, kembali saya lempar dengan pertanyaan yang justeru lebih mengerikan pula jawabannya.

Diawali dengan pertanyaan pembuka. "Apakah dengan mengirimkan anak mengikuti pembinaan di tingkat nasional, anda yakin dapat medali.?" Ujar sang pimpinan. Saya sejenak terdiam, sembari memikirkan jawabannya. Lalu dengan perlahan saya jawab. "Apakah saat Bapak sakit, lalu dibawa ke rumah sakit, Bapak yakin sembuh?" Balas saya dengan bahasa yang lemah lembut. Terbayangkan bagaimana repotnya sang pimpinan memberikan jawaban pertanyaan yang dia sampaikan, dibalas dengan sebuah pertanyaan yang menyakitkan. (Bersambung)

***

~~ Mendalo Mas, 100126 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post