Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Belajar dari Angka Nol (Bagian 38)
Ilustrasi gambar: GeminiAI

Belajar dari Angka Nol (Bagian 38)

Tantangan Hari ke-2197

#TantanganGurusiana-6

***

Setelah menuntaskan semua agenda kegiatan di Manado, Minggu pagi 18 September menjadi penanda bahwa semua peserta OSN kontingen Jambi harus meninggalkan kota Manado, kota yang terkenal dengan sebutan kota Tinutuan. Namun banyak kisah yang tertulis dengan indah dan akan selalu menjadi kisah yang tersimpan dalam ingatan. Demikian juga dengan siswa. Kisah perjuangan mereka sejak sebelum berangkat, sampai akhirnya meninggalkan kota Manado.

Sebagai guru pembina dan mendampingi setiap gerak langkah mereka dalam pembinaan, bukanlah hal mudah untuk dilupakan. Keberhasilan mereka meraih dua medali, sengaja tidak saya kabarkan ke pihak sekolah. Karena tidak ada gunanya bagi anak-anak. Justru yang dikhawatirkan, akan menoreh luka baru di hati mereka. Setelah perjalanan mereka mengikuti pembinaan diragukan, dengan sebuah pertanyaan yang menurut saya sangat menyakitkan. "Apakah dengan mengirimkan anak ke pusat pembinaan, ada jaminan untuk mendapatkan medali di nasional."

Sekarang anak pulang dengan membawa medali, yang awalnya perjuangan keras mereka dianggap hanya angi lewat tanpa makna. Sejenak sebelum mereka tidur dimalam terakhir di Manado, saya sudah sampaikan bahwa kita pulang dan kembali ke sekolah, tidak perlu dijemput dan disambut kedatangannya di bandara. Tanamkan dalam hati, bahwa perjuangan yang sudah dilakukan tidak perlu beraharap banyak kepada sekolah. Tanpa sambutan resmipun, kalian tetap anak yang spesial dihati semua teman-teman di sekolah.

Akhirnya, begitu memasuki ruang tunggu bandara Sam Ratulangi, saya segera menuju ruang khusus tempat menunaikan ibadah shalat subuh. Tentu saja dengan mengajak anak-anak. Usai menunaikan shalat subuh, semuanya bergabung di ruang tunggu bandara, sambil menunggu panggilan masuk pesawat.

Tiba-tiba gawai saya berdering. Ternyata ada panggilan dari salah seorang unsur pimpinan. Beliau menyampaikan bahwa pihak sekolah akan melakukan penjemputan di bandara. Namun permintaan tersebut langsung saya jawab, bahwa siswa langsung pulang ke rumah masing-masing, dengan demikian pihak sekolah tidak perlu repot-repot menjemput ke bandara.

Lalu beliau melanjutkan, bagaimana dengan Bapak dan siswa yang dari daerah? Kalau itu santai saja Pak, di Jambi ada banyak kendaraan yang bisa saya sewa, tanpa harus merepotkan pihak sekolah. Jawaban ini tentu saja membuat beliau berpikir sejenak. Ada apa dengan siswa dan guru pembinanya. Karena ini merupakan hal yang tidak biasa. (Bersambung)

***

~~Mendalo Mas, 210126 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post