Belajar dari Angka Nol (Bagian 39)
Tantangan Hari ke-2198
#TantanganGurusiana-6
***
Jauh berjalan banyak yang dilihat, begitulah pepatah lama mengatakan, sebagai motivasi diri untuk terus berkreasi, walau tanpa dukungan yang pasti. Tapi tidak akan melemahkan diri untuk selalu membersamai gerak langkah anak hebat dalam meraih mimpi. Tidak berlebihan memang, bahwa itu semua dilakukan sesuai dengan pilosofi angka nol. Memberi tanpa harap kembali.
Jauh sebelum rasa perih itu terjadi, semua sudah disiapkan dengan sangat hati-hati. Bukankah setiap kejadian dan peristiwa, mengajarkan kita banyak hal. Mulai dari memilih siapa yang akan selalu ada saat kesulitan melanda. Kepada siapa kepercayaan itu pantas diberikan, lalu bagaimana dengan anak-anak yang akan berhadapan langsung dengan berbagai suasana tersebut.
Akhirnya, satu kata dengan anak-anak yang sudah mengambil pilihan untuk bergabung ke sini, tim Olimpiade Sains Nasional di sekolah. Bukan lagi tentang siapa yang paling hebat, tapi siapa yang paling siap menghadapi resiko terburuk. Minimal tidak akan merasakan bagaimana menjadi juara kelas, posisi yang sangat diimpikan oleh banyak siswa. Tapi mereka yang sudah terlanjur bergabung, tidak ada kata menyerah. Bagi mereka kesempatan untuk bisa mewakili sekolah ke tingkat nasional, adalah segala-galanya.
Pengalaman tahun 2011 masih segar dalam dalam ingatan. Tidak mudah bukan berarti tidak bisa dilakukan dan tidak ada kata menyerah, apalagi sampai kalah. Berhadapan dengan mereka yang pendapatnya melemahkan semangat anak-anak, harus dihadapi dengan berbagai strategi. Mereka yang hanya ingin meraih sesuatu secara instan, akan menjadi batu sandungan bagi mereka yang sedang berjuang. Setiap proses mereka lalui dengan perjuangan yang tidak ringan.
Ditengah keterbatasan, walaupun dengan jumlah peserta yang lolos berkurang dari tahun sebelumnya, tapi untuk memberangkatkan mereka seperti tahun sebelumnya menjadi semakin sulit dilakukan. Untungnya, tim Pembina Provinsi dengan berbagai dinamika yang terjadi, bisa mendatangkan beberapa pelatih dari pusat. Tentu saja semua biaya ditanggung oleh Dinas Pendidikan. Dengan biaya yang terbatas, anak-anak harus mengoptimalkan pembinaan dengan baik. Targetnya harus bisa meraih posisi terbaik. Andaikan tidak bisa, yang jauh lebih penting adalah tidak menjadi yang terbawah dari total peserta di tingkat nasional. (Bersambung)
***
~~ Mendalo Mas, 220126 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
