Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Belajar dari Angka Nol (Bagian 40)
Ilustrasi gambar: GeminiAI

Belajar dari Angka Nol (Bagian 40)

Tantangan Hari ke-2199

#TantanganGurusiana-6

***

DKI Jakarta menjadi persinggahan berikutnya. Pelaksanaan Olimpiade mengambil tempat di Padepokan Silat TMII. Dengan menghadirkan penyanyi terkenal saat kegiatan pembukaan. Namun sayang, kehadiran sang artis tidak membuat semua peserta bergembira. Karena hampir semua wajah peserta OSN terlihat sangat serius. Karena usai upacara pembukaan, mereka langsung menuju lokasi lomba, guna mengikuti pembekalan tahap awal sebelumnya esok harinya memulai lomba.

Tidak ada perbedaan sistim lomba, selain rode teori, khusus Astronomi masih tetap ada ronde observasi dan analisis data. Hanya saja, untuk sesi tes teori tidak dibolehkan menggunakan alat hitung, kecuali rumus-rumus yang tersedia di office. Ternyata karena banyak siswa yang lebih dominan terbiasa menyelesaikan soal dengan bantuan Kalkulator, maka saat sesi lomba menggunakan program exel, banyak siswa dari daerah yang belum paham, satu per satu bertumbangan. Hasil akhir perhitungan menjadi salah. Padahal aslinya bukan tidak bisa menyelesaikan soal, tapi tidak mengerti cara membuat rumus dalam lembar exel.

Peristiwa di atas menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi anak dan guru pembimbing. Sambil duduk termenung di hotel mewah di Jakarta, saya mendekat ke anak-anak. Jangan jadikan beban, semua sudah terjadi dan kedepan menjadi pelajaran berharga bagi semua. Segera lupakan, karena ada kota Bandung tempat kita menumpahkan semua perasaan pahit tersebut, lalu mengubahnya menjadi cerita bahagia.

Semua biaya terkait kegiatan di Bandung (tentu saja sudah mendapatkan izin dari Diknas, sehingga tiket pesawat jauh hari sudah di geser beberapa hari dari kepulangan resmi peserta OSN) sepenuhnya menjadi tanggung jawab bersama, memang ada bagian tertentu anak-anak tidak membayar, karena sudah ditanggung oleh gurunya. Memberi sedikit dari apa yang selama ini sudah didapatkan, bukanlah hal yang memberatkan.

Rute yang dipilih tidak jauh berbeda dengan rencana. Hari pertama, menikmati sarapan pagi ala Mahasiswa di sekitar Masjid Salman ITB, duduk lesehan tanpa perlu merasa aneh, karena memang semuanya duduk lesehan bahkan tanpa alas tikar di trotoar. Lalu setelahnya menuju kawasan Bandung Utara, daerah yang menjadi tujuan adalah Gunung Tangkuban Parahu, lalu istitahat sejenak di Lembang, shalat zuhur dan makan siang.

Pulang ke Bandung bukan dengan kendaraan, tapi kita bergerak naik angkot untuk diantar ke kawasan Taman Maribaya. Bergerak dengan berjalan kaki menikmati keindahan alam di Taman Maribaya sampai akhirnya sore hari sudah memasuki kawasan Taman Hutan Raya Juanda. Dilanjutkan menuju kawasan Dago Pakar, tepat sebelum azan magrib. (Bersambung)

***

~~ Mendalo Mas, 230126 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post