Belajar dari Angka Nol (Bagian 41)
Tantangan Hari ke-2200
#TantanganGurusiana-6
***
Hari kedua di Bandung, sejenak kepedihan hati saat lomba di Jakarta mampu dilupakan. Kehadiran di beberapa tempat yang indah di bumi Pasundan meredam semua kepahitan tersebut. Setelah hari pertama melihat dari dekat Obervatorium Boscha, sampai bisa memegang langsung Teleskop Refraktor Ganda Zeiss, nonton tayangan Film Astronomi di ruang Multimedia dan tentu saja suasana Lembang dengan suhu rendahnya, semua terekam indah dalam ingatan dan kamera.
Saat hari pertama di Bandung Utara, semua alumni Olimpiade yang sedang melanjutkan studi di ITB dan Polban, ikut hadir sejak awal perjalanan sampai menuntaskannya di rumah makan Padang di kawasan Dago Pakar. Kemudian lanjut ke penginapan di rumah Kang Agus di Dipati Ukur (De U). Malamnya kita melanjutkan kegiatan breafing untuk kegiatan hari kedua. Lokasi yang dikunjungi tidak main-main. Kawah Kamojang, tapi tidak melalui kota Garut. Rute yang ditempuh dari kawasan Bandung Selatan menuju Ibun.
Alumni yang sudah kelelahan berjalan kaki dari Taman Maribaya ke Bandung, tidak bisa ikut untuk kegiatan hari kedua. Selain ada kegiatan di kampus, juga bisa dirasakan capeknya berjalan kaki dengan jarak yang tidak dekat. Semua orang yang melihat kita berjalan kaki dari Taman Maribaya menuju kota Bandung, berdecak kagum sembari geleng-geleng kepala. Ini memang komunitas anak muda yang luar biasa. Semua titik di Maribaya sampai Tahura Juanda, kita jelajahi satu persatu.
Menuju kawasan kawah Kamojang, dengan rute Bandung Selatan melewati kawasan Ibun, ternyata sangat mengerikan. Sampai beberapa kali, Kang Sopir harus teriak agar penumpang yang laki-laki segera lompat dari bak mobil bak terbuka, untuk membantu dorong dan meringankan beban penunpang. Setelah dirasa aman, baru kita kembali naik ke atas mobil. Setelah beberapa kali kita melakukannya, barulah kita memasuki kawasan yang aman.
Melihat dari dekat kawah kamojang, sebagai sumber pembangkit listrik tenaga uap di Bandung, tentu saja suguhan pemandangan alamnya sangat indah dan spesial. Ada satu lubang yang sengaja di pasang pipa khusus, bisa digunakan oleh pengunjung untuk menguji berapa daya dorong uap dari panas bumi tersebut. Baru kita sampai di puncak, lalu memilih mandi uap di temlat khusus.
Khusus bukan berarti ada ruangan bersekat seperti kamar, khusus dalam arti tempat tersebut tidak mampu dijangkau oleh banyak orang. Karena harus melewati tanjakan dengan batu cadas yang licin dan tajam. (Bersambung)
***
~~ Mendalo Mas, 240126 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
