Belajar dari Angka Nol (Bagian 43)
Tantangan Hari ke-2202
#TantanganGurusiana-6
***
Setelah menikmati bentang alam Bandung Utara dan Selatan, hari terakhir waktunya memanjakan diri di kawasan pertokoan Pasar Baru. Ada satu tempat langganan yang setiap kegiatan di Bandung, selalu dikunjungi. Toko yang menyediakan Jasket (Jas tapi dengan model jaket yang modis). Sekarang toko si Kang Uda tersebut lebih terkenal dengan brand lokal yang sanga terkenal, Changker.
Mampir sekaligus silaturrahim dengan Uda tersebut, sudah menjadi tradisi saat saya lagi di Bandung. Selain ke toko beliau, biasanya saya juga menyempatkan berkunjung ke Bandung Elektronik Center (BEC). Semua hal yang diperlukan untuk kegiatan pembimbingan dan dan pendampingan anak-anak, dua tempat ini sepertinya sudah menyediakan apapun yang diperlukan.
Saat sedang di toko Uda, yang menyediakan berbagai jenis pakaian jadi, saya lebih khusus memesan Jasket. Ini sebagai hadiah bagi anak-anak yang lolos OSN Jakarta kemarin. Mereka juga ikut hadir langsung di toko. Sehingga bisa menyesuaikan ukuran jasket dengan badannya masing-masing. Bukan hanya anak-anak, guru pembinanya juga saya belikan. Agar semangat untuk membersamai perjuangan anak-anak terus berlanjut dengan penuh semangat. Hanya saja, terkait biaya bordir tulisan Tim Olimpiade Sains Titian Teras di bagian belakang (punggung), saya mintakan kepada anak-anak untuk iuran bersama.
Melatih diri untuk terus berbuat, walaupun dengan dukungan seadanya dari pihak tertentu, tidak melemahkan semangat anak-anak untuk terus berjuang. Ada hadiah setiap tahunnya bagi yang lolos ke tingkat nasional. Itu semua ditanggung oleh seorang guru, yang hampir sebagian besar waktunya dihabiskan untuk membersamai anak-anak tim Olimpiade Sains di sekolah. Jangan ditanya sudah berapa banyak uang yang dia keluarkan. Karena tidak akan bisa didapatkan. Ia selalu menutup diri terkait informasi tersebut. Sampai pihak sekolah sendiri dibuat bingung. Karena semua anak yang lolos ke tingkat nasional, sejak tahun 2012 sampai tahun-tahun berikutnya, selali disediakan hadiah Jasket mewah tersebut.
Usai menuntaskn semua keperluan di bumi Pasundan, saya dan guru pendamping subuh dini hari sudah meninggalkan penginapan menuju bandara. Mobil yang mengantarkan saya dan rombongan, juga merupakan langganan yang sering membersamai saya dalam setiap kegiatan di Bandung. Jangan ditanya berapa biaya yang harus dibayarkan ke Pak Acli. Sosok driver yang siap sedia antar jemput saya dari bandara dan kembali ke bandara. Beliau bukan sekadar langganan, tapi sudah menjadi bagian dari keluarga besar yang selalu ada untuk saya dan Titian Teras. Selamat tinggal Bandung, kota yang selalu meninggalkan banyak kenangan. (Bersambung)
***
~~ Mendalo Mas, 260126 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
