Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Berbagi Kisah Pondok Pesantren Ash Shiddiiqi
Ilustrasi gambar: Dokumen Pribadi

Berbagi Kisah Pondok Pesantren Ash Shiddiiqi

Tantangan Hari ke-2195

#TantanganGurusiana-6

***

Saat memasukkan anak ke sekolah ini, memang karena itu menjadi pilihan bersama. Setelah menimbang berbagai hal. Sekolah itu bukan saja tentang nilai akademik, tapi lebih dari itu. Bagaimana sinergi antara sekolah dan orang tua, berbagai hal yang akan dilakukan, semuanya disampaikan kepada orang tua siswa. Waktu itu, sekolah ini masih berstatus sebaga Sekolah Islam Terpadu dan belum terintegrasi dengan Pondok Pesantren.

Menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas pondok, bukan berarti harus selalu ada di sana, tapi dari rumah kita memberikan dukungan penuh kepada pondok. Bahwa semua upaya membimbing anak agar menjadi yang terbaik, senantiasa mendapat sambutan hangat dari keluarga. Tapi lagi-lagi itu semua tidak instan alias ujug-ujug jadi. Harus diingat, bahwa proses pendidikan akhlak mulia atau bahasa keren sekarang mengajarkan karakter baik kepada anak, wajib dimulai dari dalam keluarganya.

Seorang Ayah harus menjadi teladan. Semua aspek akan menjadi rujukan bagi anak-anaknya. Sang Ibu juga demikian. Melalui titah dan elusan hangat tangannya, anak-anak merasakan kasih sayang sejati. Bukan sandiwara penuh tipu muslihat. Semua ucapan baik, akan menjadi contoh nyata bagi anak. Anak-anak yang sudah mendapat bekal penanaman aqidah dan muamalah di rumah, akan dengan mudah dibina oleh sekolah/pondok. Karena anak-anak punya contoh teladan dari rumah. Anak-anak lebih mudah menyontoh apa yang mereka lihat, bukan dari apa yang diucapkan.

Menilik perkembangan yang ada di pondok, rata-rata santri yang mendapat dukungan dari kedua-belah pihak, akan dengan mudah menyesuaikan diri. Bahkan mampu melejit diluar perkiraan. Anak yang memang karena keinginan sendiri memilih melanjutkan pendidikan di pondok, lalu mendapat dukungan penuh dari keluarga, ibarat gayung bersambut. Keinginan anak dan orang tua bertemu pada tempat yang sama. Maka dari kelompok inilah, semua harap dititipkan.

Kehadiran saya sejenak di sekolah/pondok, selain memang karena undangan untuk berbagi kisah di studio, tapi jauh sebelum undangan tersebut, saya selalu mengisahkan perjalanan pondok ini. Saya merasakan kebermanfaatannya bagi anak. Mereka bukan dititipkan karena kesibukan orang tuanya, juga bukan karena sudah tidak kuat lagi melihat perilakunya yang "kurang baik" anak-anaknya.

Kisah yang selalu saya ulas dan berulang-ulang, sesuai dengan kenyataan. Bahwa anak yang dengan keinginan sendiri dan niat membahagiakan kedua orang tuanya serta keluarganya di kampung akhirat, maka mereka memilih berjuang menjadi penghafal AlQuran yang baik di pondok.

Pondok Pesantren Ash Shiddiiqi, telah memberikan jalan bagi anak-anak hebat dalam program hafalan AlQuran. Program Quantum Tahfidz Ash Shiddiiqi (QTA), yang dulu diikuti oleh anak saya, sampai sekarang masih terus berlanjut. Selama 2-3 bulan, anak-anak hanya berinteraksi dengan AlQuran. Mulai dari memperbaiki bacaan, menamatkan juz 30 dalam waktu yang sudah ditetapkan, barulah mereka mengikuti ujian tahsin. Selanjutnya mereka memulai program hafalan. (Bersambung)

***

~~ Mendalo Mas, 190126 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post