Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Angka Kembar
Ilustrasi gambar: ChatGPT

Angka Kembar

Tantangan Hari ke-2233

#TantanganGurusiana-7

***

Hari ini agak sedikit santai, tanpa perlu membahas permasalahan yang berat-berat. Cukuplah sesuatu yang ringan-ringan saja. Urusan yang berat biarlah menjadi tugas atlet angkat berat saja yang menyelesaikannya. Apalagi sedang menunaikan ibadah puasa, semua cerita dan kisah seru akan dibahas pada hari berikutnya.

Khusus cerita ringan yang mau dihadirkan adalah angka kembar yang muncul bersamaan. Jika kembarnya adalah pasangan yang baik dan kebaikan, maka menjadi anugerah bagi yang mendapatkannya. Yang repot itu apabila mendapatkan pasangan yang berat sebelah. Saat kelompok sendiri yang bersalah, pura-pura dalam perahu alias kura-kura tidak tahu. Pahamkan maksudnya. Pepatah tersebut memang sengaja dibuat terbalik pasangannya. Namanya juga lagi santai dari masalah yang berat.

Kebetulan hari ini, saya sudah memasuki hari ke-2233 menulis tanpa henti dalam mengikuti tantangan Gurusiana. Blog guru penulis terbaik sepanjang rel Kereta Api Woosh. Waduh kok nyerempet kesana ya. Apa karena hutangnya yang kita tidak tahu apa-apa, tapi harus ikut menanggungnya. Ah sudahlah, kan tidak mau bahas yang berat. Blog Gurusiana merupakan blog komunitas guru, pendidik atau siapa saja yang peduli dengan Giat Literasi di negeri ini.

Selain bersua dengan angka yang merupakan jumlah hari dalam menulis, ternyata juga bertemu dengan tanggal dan dua angka terakhir tahun berjalan. Bertepatan dengan tanggal 26 dan tahun 2026, serta bulan 02. Coba dilihat dengan mata terpejam, maka yakinlah akan terbayang jumlah hutang negeri ini yang sudah menumpuk.

Anak yang sekarang baru berusia 15-16 tahun saja, baru akan menikah 10 tahun yang akan datang, tapi calon bayi yang akan mereka lahirkan sudah ikut menanggung beban hutang tersebut. Tuh kan, nyerempet lagi ke sana. Ya sudah, cukup itu saja kisah seru bertemu dengan angka kembar dalam suasana santai, sembari menunggu masuknya waktu berbuka puasa hari ke-8.

Setelah usai berbuka, dan lanjut dengan kegiatan berikutnya, menunaikan tugas sebagai imam di Masjid, kemudian tadarusan di rumah, ditutup dengan menuntaskan sisa takjil yang masih terhidang di ruang makan. Selesaikah semua masalah hutang negara? Ok tentu saja belum. Kan harus ditutup dengan sahur. Begitulah serunya, saat kendaraan petugas di RT mulai berkeliling meneriakkan ayo sahur, saya langsung mengambil posisi di depan HP, guna mengirimkan naskah ini. Sekaligus bersiap-siap santap sahur hari ke-9 dan ke Masjid, guna menunaikan shalat subuh.

Begitulah kisah angka kembar yang entah kenapa nyerempet kemana-kemana seperti kisah Embege yang hampir tanpa henti berseliweran diberanda berbahai sosial media. Kurang seru apa negeri ini. Negeri dimana rakyatnya sangat sibuk memikirkan negerinya, eh yang disana sibuk sendiri dengan mengumpulkan harta tujuh turunan yang menghalalkan berbagai cara. Sing penting sugih.

***

~~ Mendalo Mas, 260226 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post