Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Belajar dari Angka Nol (Bagian 50)
Ilustrasi gambar: ChatGPT

Belajar dari Angka Nol (Bagian 50)

Tantangan Hari ke-2209

#TantanganGurusiana-6

***

Anak-anak sudah mulai mengemasi barang bawaan. Karena Pak Acil akan menjemput ke penginapan Wisma Tut Wuri Handayani, P4TK IPA Bandung jam 04.00 pagi. Sehingga setelah menikmati makan malam dan sejenak duduk di Lapangan Gasibu, yang tepat berada di dekat Gedung Sate. Dengan menggunakan gawai, mereka mengabadikan suasana malam terakhir di kota Bandung.

Sesuai rencana, Pak Acil sudah berada di area parkir P4TK Bandung jam 04.00 pagi. Petugas langsung memberikan kabar, bahwa saya dan anak-anak sudah ditunggu oleh pak Sopir. Saya dan anak-anak gegas menuju parkir dengan memastikan tidak ada barang yang tertinggal. Anak-anak dalam kondisi masih sedikit mengantuk, berjalan menuju mobil. Pak Acil dengan ligat memasukkan barang-barang dibagian belakang.

Saya tidak menyampaikan kepada anak-anak, rencana Pak Acil akan membawa mereka jalan-jalan sebelum diantar ke bandara. Saya hanya menyampaikan, bahwa kita shalat subuhnya tidak bisa di jalan, tapi di masjid yang ada di rest area. Kalau shalat subuhnya di jalan, kasihan nanti ditabrak mobil. Tentu saja candaan seperti ini bertujuan agar mereka tidak lagi tidur di mobil.

Pak Acil sudah hafal rest area yang dijadikan tempat menunaikan shalat subuh. Selain suasananya yang asri dan sejuk, juga ada toko oleh-oleha khas Bandung yang siap dijadikan kegiatan berikutnya setelah shalat subuh. Sembari menunggu Pak Acil menikmati kopi hangatnya di ruang tunggu.

Usai berbelanja, mobil langsung bergerak dengan tenang dan lancar. Ternyata memang sesuai dengan perkiraan. Perjalan Bandung - Jakarta tanpa hambatan. Sehingga masih punya waktu sangat panjang untuk sejenak menikmati suasana Kota Tua dan Monas. Tentu saja anak-anak kaget, tapi dengan senyuman bahagia. Karena ini asli kejutan dari Pak Acil.

Selama dalam perjalanan dan juga menikmati suasana Kota Tua dan Monas, kepada anak-anak saya sampaikan, bahwa ini murni hadiah dari Pak Acil untuk mereka. Karena tidak semua anak bisa merasakan menjadi peserta Olimpiade Sains di tingkat nasional.

Selain itu, Pak Acil memang sudah sejak lama menjadi langganan saya. Menjemput di Bandara langsung ke Bandung, begitu juga sebaliknya saat pulang. Beliau bukan hanya bertindak sebagai kru yang melaksanakan tugas, tapi juga sudah saya anggap menjadi saudara. Sehingga selama dalam perjalanan, tidak boleh ada yang beliau bayar. Semuanya saya yang bertanggung jawab.

Sampai akhirnya saya dan anak-anak sampai di bandara dan siap melanjutkan perjalanan menuju Jambi. Pak Acip melepas keberangkatan kita, sebagai orang tua dengan anaknya dan kakak kepada adiknya. Banyak hal selama bersama beliau di Bandung.

Jika banyak kendaraan sewa di Bandung dengan tarif tertentu, tapi tidak dengan Pak Acil. Harga yang beliau berikan adalah harga keluarga. Tidak ada target mengejar keuntungan. Itulah serunya bersama beliau. Terima kasih Pak Acil. Sosok yang selalu ada, selama beberapa tahun mendampingi perjalanan di bumi Pasundan dengak berbagai keindahannya. (Bersambung)

**

~~ Mendalo Mas, 020226 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post