Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Belajar dari Angka Nol (Bagian 51)
Ilustrasi gambar: GeminiAI

Belajar dari Angka Nol (Bagian 51)

Tantangan Hari ke-2211

#TantanganGurusiana-7

***

Kisah perjalanan wisata dadakan ala Pak Acil, menjadi cerita yang selalu di kenang. Beliau tidak meminta tambahan biaya sama sekali. Pak Acil sengaja memberikan hadiah tambahan kepada anak-anak.

"Mereka anak luar biasa Pak Guru," ujar Pak Acil kepada saya, saat usai menikmati perjalanan di kawasan wisata Bandung Utara dan Selatan.

"Benar sekali Pak Acil. Mereka anak hebat, tapi kepada mereka tetap saya ajarkan akhlak yang baik. Karena terkait kehebatan, ada banyak orang hebat, tapi belum tentu memiliki akhlak yang baik," tegas saya kepada Pak Acil, yang dianggukkan oleh beliau.

Apalagi saat Pak Acil melihat karakter anak yang baik. Mereka sangat menghargai Pak Acil bukan sekadar menjadi petugas antar jemput selama jalan-jalan. Itu semua sudah saya ajarkan kepada anak. Jangan pernah menganggap rendah profesi orang lain. Karena kemuliaan, bukan tentang pangkat dan jabatan seseorang. Sangat bisa jadi ada orang yang pangkat dan jabatannya tinggi, tapi tidak ada rasa hormat dari orang lain. Itu semua karena karakter buruk dan tidak amanah terhadap tugasnya.

Selama membersamai saya dan anak-anak, Pak Acil saya tempatkan sebagai orang tua anak-anak dan Kakak senior bagi saya. Saat istirahat makanpun, saya selalu mengajak Pak Acil bergabung dalam tim. Pak Acil tidak boleh mengeluarkan uang jika sudah soal makan. Kecuali untuk urusan rokok. Maka itu Pak Acil tidak mau dibayar. Karena itu membuat beliau tidak nyaman. Karena saya tidak merokok.

Saat menikmati suasana Museum Fatahillah, anak-anak justru berjalan bersama Pak Acil. Sehingga dari jauh terlihat seperti Ayah dan anak-anaknya sedang jalan-jalan. Ini menjadi bahan candaan saya terhadap mereka. Bisa dibayangkan, begitu dekat saya dengan beliau. Dari beliaulah saya belajar banyak hal. Bagaimana menghargai sekecil apapun yang orang lain perbuat dalam memberikan bantuan kepada kita. Bukan tentang uang, tidak semua orang yang menolong karena ingin mendapatkan balasan dari orang lain.

Terima kasih banyak Pak Acil. Setelah menikmati suguhan Wisata Kota Tua, dilanjutkan dengan berkunjung ke Monas, anak-anak merasakan bahwa mereka disayang dan dihargai. Prestasi yang sudah mereka raih, sangat layak diberikan penghargaan. Bonus jalan-jalan gratis dari Pak Acil inipun, sebagai bentuk penghargaan atas capaian prestasi yang telah mereka raih.

Semoga semua jasa dan budi baik Pak Acil menjadi amalan jariyah bagi Bapak, kedepan hubungan baik ini terus menerus terjalin. Bukan lagi hubungan pelanggan dengan pihak travel, tapi hubungan keluarga yang terpisah oleh jarak. Tapi yakinlah, setiap jasa baik tersebut akan tercatat dengan indah dalam ingatan. (Bersambung)

***

~~ Mendalo Mas, 040226 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post