Belajar dari Angka Nol (Bagian 54)
Tantangan Hari ke-2214
#TantanganGurusiana-7
***
Hari pertama jalan-jalan ditutup dengan kisah seru dan berbagai cerita serta celoteh anak-anak. Mereka benar-benar menikmati suasana Lombok (yang ternyata bukan Cabe, tapi jalan lurus, menurut kisah masyarakat Lombok). Bukan sekadar jalan-jalan, tapi kepada anak-anak juga disuguhkan berbagai cerita dari masyarakat. Bahwa setiap tempat di Lombok, ada banyak kisah atau cerita rakyat yang mengiringinya.
Pak Uri sebagai anggota tim, sepanjang perjalanan banyak bercerita. Saat melewati pemandangan yang indah, lalu disekitarnya juga dengan hamparan padi yang menghijau, seperti permadani yang sedang dijemur ditengah terik Matahari. Pak Uri menceritakan kisah yang dulu pernah berkembang menjadi cerita rakyat. Tentu saja anak-anak suka, sehingga tanpa terasa kendaraan sudah sampai di lokasi tujuan.
Tujuan pertama adalah gedung White House Lombok Barat. Tidak perlu jauh-jauh ke Amerika sana, jika sekadar ingin berfoto ria di gedung bersejarah tersebut. Karena di Lombok Barat juga terdapat gedung yang sama tapi berbeda. Dari gedung Pemda Lombok Barat, Pak Uri langsung membawa kita ke tujuan berikutnya. Mampir sebentar di pantai yang indah, lalu bergerak menuju tempat yang sangat eksotik. Kemana lagi kalau bukan menikmati semilir angin laut yang bergerak menuju kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.
Menikmati serasnya air terjun di kawasan wisata TNGR, sambil melihat vegetasinya yang tampak berbeda dengan kawasan Jambi, tentu saja menambah khazanah keilmuan anak-anak. Pak Uri yang sekaligus sebagai guide menjelaskan dengan detail kepada anak-anak. Setelah puas di Air terjun di pintu pertama masuk, anak-anak harus melewati jalur terjal. Karena satu tempat yang sangat indah sudah menunggu. Air terjun yang tepat berada di pinggangnya Gunung Rinjani.
Tiu Kelep, itulah nama yang diberikan pada air terjun tersebut. Tentu saja nama Tiu Kelep memiliki sejarah tersendiri. Pak Uri kembali menjelaskan kepada anak-anak, bahwa dalam bahasa Lombok, Tiu Kelep itu lebih kurang artinya adalah Air Terbang seperti kabut. Sesuai dengan kondisi air terjun tersebut. Mendengar kisah dari Pak Uri, semangat anak-anak untuk segera sampai ke puncak semakin besar.
Akhirnya, pucuk dicinta upampun tiba. Anak-anak kecuali yang putri, langsung melompat ke danau kecil tempat air terjun menumpahkan semua debit airnya. Dengan suhu yang sangat dingin, anak-anak tidak memperdulikannya. Saya sebagai pendamping hanya mengingatkan, agar mereka mawas diri. Karena ditempat yang bukan kawasan biasa-biasa saja, harus memahami kondisi tersebut agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Belum terlalu lama mereka menikmati dinginnya air terjun Tiu Kelep, saya dengan sangat terpaksa harus menghentikan mereka untuk segera kembali. Bukan karena ada hal yang membahayakan diri mereka, tapi cukup mengganggu pandangan mata. Sebagai guru yang mendampingi, saya harus menyampaikannya kepada anak-anak. Apalagi yang putri sudah merasa sangat tidak nyaman. Karena ada wisatawan mancanegara yang mandi dengan pakaian yang sangat minim. Maka saya dan anak-anak segera meninggalkan lokasi.
Sebelum pulang ke penginapan, Pak Uri menyempatkan membawa kendaraan dengan melintasi kawasan Pantai Senggigi. Keindahan pantai sore hari, menambah keseruan perjalanan. Akhirnya, mobil berhenti di pasar kota Mataram. Saya meminta Pak Uri berisitirahat. Lalu kembali menjemput besok pagi. Rute penutup, menuju kawasan Lombok Timur. (Bersambung)
***
~~ Mendalo Mas, 070226 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
