Belajar dari Angka Nol (Bagian 70)
Tantangan Hari ke-2232
#TantanganGurusiana-7
***
Setelah pesawat mendarat di bandara Sultan Thaha Jambi, saya menikmati berjalan kaki menuju rumah keluarga, mengambil kendaraan yang saya titipkan saat bersama anak-anak menuju bandara. Tanpa beban pikiran, tidak pula dengan perasaan was-was terkait dengan anak-anak yang akan pupang hari berikutnya. Yang penting, saat mereka sampai di sekolah, hadiah yang saya pesan, siap dijemput di resepsionis hotel.
Selama masa tunggu keberangkatan menuju kota Pekanbaru, anak-anak masih tetap fokus dengan kesiapan materi. Tidak ada kata santai bagi mereka. Walaupun ternyata mereka juga masih berjibaku menuntaskan tugas belajar di kelas. Berbeda dengan sekolah lain di luar. Siswa yang sedang menyiapkan diri mengikuti OSN, mereka benar-benar disiapkan dengan maksimal tanpa ada beban tugas di kelas. Sungguh mereka benar-benar luar biasa.
Akhirnya sesuai jadwal, saya dan anak-anak terbang ke Pekanbaru pada hari yang sama, namun dengan rute pesawat yang berbeda. Guru pendamping berangkat dengan penerbangan reguler Jambi Prkanbaru, menggunakan pesawat baling-baling. Sedangkan siswa dengan rute Jambi - Batam - Pekanbaru. Namun tidak mengurangi semangat untuk berangkat. Paking tidak, berangkat tanpa berjibaku mengurus barang-barang bawaan siswa.
Pembukaan kegiatan lomba dipusatkan di Gelanggang Olahraga Pelajar kota Pekanbaru. Tidak ada perubahan agenda seperti tahun-tahun sebelumnya. Setelah upacara pembukaan, semua peserta langsung bergerak menuju lokasi lomba (SMA yang ada di kota Pekanbaru). Untuk mengikuti pembekalan terkait mekanisme lomba esok harinya.
Sebagai guru pendamping, memang tidak diberikan ruang untuk bisa melihat dari dekat. Walaupun kenal baik dengan juri dan panitia lokal di sekolah tempat lomba, tapi saya tidak mau memanfaatkan posisi tersebut untuk bisa melihat dari dekat. Biarlah anak lomba tanpa menambah beban dengan hal lain.
Akhirnya, sesuai prediksi saya dan pelatih saat kegiatan pembinaan. Cabang Astronomi kembali mencatatkan timnya sebagai peraih medali. Anugrah alias Uta, meraih medali Perunggu. Namun ada bonus tambahan. Ternyata anak yang juga dekat dengan saya dalam kegiatan Asean Astronomy Camp (AAC) di Chiang Mai Thailand, Hanna meraih medali Perak untuk sekolahnya MH. Thamrin Jakarta.
Pulang dengan capaian satu medali, sebuah anugerah yang tiada terkira. Karena perjuangan yang harus anak-anak hadapi tidak ringan. Berbagi konsentrasi antara menyiapkkan diri menghadapi lomba san tugas sekolah yang seolah tidak ada kata toleransi. Tapi mereka mampu menghadapinya dengan baik. Berangkat dan pulang dengan sebuah kebanggaan, merupakan kebanggaan yang akan selalu dikenang. Menjadi catatan indah dengan tinta emas, kisah mereka terekam indah dalam beberapa buku yang ditulis oleh sang guru pendampingnya. (Bersambung)
***
~~ Mendalo Mas, 250226 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
