Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Belajar dari Angka Nol (Bagian 78)
Ilustrasi gambar: ChatGPT

Belajar dari Angka Nol (Bagian 78)

Tantangan Hari ke-2241

#TantanganGurusiana-7

***

Semua tahapan lomba telah diikuti oleh anak-anak. Apapun hasilnya, mereka telah melakukan yang terbaik. Bukan lagi tentang medali, tapi tentang perjuangan mereka yang tanpa kenal lelah. Persis seperti yang disampaikan oleh para juri. Jangan pernah bersedih hati, karena semua yang lolos ke tingkat nasional pada bidang Olimpiade Sains adalah siswa terbaik dari seluruh Indonesia. Menjadi finalis nasional adalah impian semua siswa, kalianlah yang menjadi siswa terbaik. Medali hanya bonus bagi yang beruntung dari yang terbaik.

Saat bertemu dengan anak-anak, tidak banyak yang saya sampaikan. Karena tekat mereka sudah menjadi bukti, bahwa semua kemampuan telah mereka persembahkan. Tinggal siapa yang paling beruntung. Sayapun sudah membaca, sekecil apapun kendala yang mereka hadapi saat ronde ujian praktik/observasi, akan sangat besar pengaruhnya terhadap capaian nilai akhir. Menguatkan mereka tanpa harus merasa kalah dan tidak pernah mengeluh atas kendala yang mereka alami saat bertanding. Itulah yang saya sampaikan saat sebelum mereka mengikuti sesi jalan-jalan.

Hari menegangkan yang ditunggu-tunggu oleh semua peserta dan guru pendamping datang juga. Masih bertempat dilokasi pembukaan, Gedung Grand Kawanua. Perlahan tapi pasti, gedung sudah semakin ramai didatangi oleh peserta, pendamping dan khalayak ramai yang peduli dengan kegiatan sains ini. Setelah sesi formal (pidato para pejabat), kegiatan dilanjutkan dengan pemanggilan peraih medali pada masing-masing cabang. Alhamdulillah tim sekolah masih bisa pulang dengan satu medali pada bidang geografi.

Danu menjadi pahlawan baru bagi sekolah. Kekuatannya dalam lomba, persis seperti yang pernah disampaikan sebelumnya. Berimajinasi tentang pengembangan wilayah di sekitar pasar lama kota Manado. Kebetulan tahun 2011 pernah merasakan suasana pasar lama tersebut. Sehingga cerita yang saya sampaikan, menjadi inspirasi Danu dalam menuntaskan soal praktik Geografi.

Tugas berikutnya adalah mengajak anak-anak menuju satu titik. Jalan-jalan menuju Bunaken. Sayangnya Rafly tidak bisa ikut serta, karena saat pulang dan sampai di penginapan (Hotel di Minahasa), antrian siswa yang harus diselesaikan pada waktu yang sama. Karena pihak Bank hanya bisa siang tersebut. Danu dan Mila, serta peserta dari MAN IC, SMAN 3 Kota Jambi, SMAS Xaverius 1 Kota Jambi, bersama saya dan guru pendamping dari IC bertolak menuju Bunaken.

Berangkat setelah zuhur menjelang ashar, menambah suasana perjalanan makin seru. Apalagi pemandangan alam tampak berbeda dengan waktu 2011. Dengan posisi matahari yang sudah mulai bergerak menuju peraduannya, maka semua pengunjung yang datang dengan antusian mengabadikan pemandangan indah tersebut. Khsusu tim Jambi, sudah tersedia kamera bawah laut mengabadikan perjalanan anak-anak selama di Bunaken. Pas magrib, baru kita semua bergerak kembali menuju kota Manado. Selamat tinggal kota Manado. (Bersambung)

***

~~ Mendalo Mas, 060326 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post