Belajar dari Angka Nol (Bagian 81)
Tantangan Hari ke-2246
#TantanganGurusiana-7
***
Persiapan demi persiapan terus dilakukan. Kontrol setiap kegiatan pembinaan yang dilakukan anak secara daring juga terpantau dengan baik. Selain laporan langsung dari anak-anak, saya juga mendapatkan informasi perkembangan dan kemajuan anak-anak selama pembinaan dari pelatih dan panitia. Apalagi setiap tes atau pengerjaan soal terprogram akan langsung masuk ke email guru pembina, dalam hal ini saya sendiri.
Sampai akhirnya, anak-anak sudah semakin dekat dengan kegiatan lomba. Pelaksanaannya tetap secara daring. Jika saat pelaksanaan seleksi tingkat kabupaten offline, seleksi tingkat provinsi secara daring atau online di labor komputer sekolah, tapi saat pelaksanaan seleksi tingkat nasional anak-anak harus berada di rumahnya masing-masing. Khusus cabang Kebumian, harus sejenak ke sekolah, guna mengambil alat-alat praktikum di laboratorium IPA.
Selama seleksi nasional berlangsung, tidak ada komunikasi antara siswa dan guru. Sayapun memilih tidak menghubungi anak-anak. Agar semua tahapan bisa mereka ikuti tanpa kendala. Dari empat cabang yang lolos ke tingkat nasional, peluang setiap anak-anak relatif sama. Tergantung siapa yang secara mental siap mengikuti sistim baru tersebut. Apalagi untuk cabang yang ada sesi praktikum secara daring.
Sesuai jadwal, pada hari ketiga, merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh semua peserta. Sayapun menunggu momen menegangkan tersebut sambil menikmati suasana bermain Badminton di Gedung Olah Raga (GOR) sekolah bersama rekan-rekan guru lainnya. Sampai dengan waktu yang sudah beritahukan oleh anak-anak, saya langsung tersambung dengan layar pengumuman pemenang.
Alhamdulillah, selain memecahkan rekor 13 tahun berturut-turut lolos ke tingkat nasional, tim Astronomi berhasil menyumbang satu medali untuk sekolah. Sukses yang diukir oleh Angga menjadi kisah berikutnya yang dicatat dengan tinta emas oleh sang guru pembina. Nama semua anak-anak yang berhasil lolos ke tingkat nasional, mampu meraih medali atau tidak, mereka tetap dicatat dengan baik.
Secara personal, Angga juga mendapatkan hadiah spesial dari sang guru. Kisahnya menghiasi catatan periatiwa di Gurusiana. Kemudian dibukukan dalam buku tunggal "Mimpi itu Nyata." Kisah perjuangan semua anak-anak yang tergabung dalam unit prestasi akademik, menjadi inspirasi penulis dalam mengisahkan perjuangan tersebut. Tidak perlu ditanya berapa yang telah dihabiskan oleh sang guru. Bukankah angka nol itu tidak berguna jika berdiri sendiri. Begitu digunakan sebagai pembagi, maka hasilnya akan luar biasa. (Bersambung)
***
~~ Mendalo Mas, 100326 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
