Burhani Abu Bakar Arsyad

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Belajar dari Angka Nol (Bagian 82)
Ilustrasi gambar: ChatGPT

Belajar dari Angka Nol (Bagian 82)

Tantangan Hari ke-2248

#TantanganGurusiana-7

***

Keberhasilan Angga dalam meraih medali, juga teman-temannya yang lain dalam Tim Olimpiade Sains Nasional yang mewakili sekolah, bukan tanpa cerita yang membuat kita mengurut dada. Persiapan mereka yang minim, pelatihan yang terbatas membuat saya harus nekat. Pertama membuat grup WhatsApp bersama orang tua siswa yang anaknya berhasil ke tingkat nasional. Karena hanya melalui grup terbatas tersebut, semua kisah bisa saya uraikan dengan jelas.

Setelah diskusi panjang kali lebar (sama dengan luas), maka diambil keputusan bersama, bahwa anak-anak tetap diikutkan dalam program pembinaan secara daring, bekerjasama sengan lembag yang khusus menangani siswa yang berhasil lolos ke tingkat nasional. Mas Riddar yang merupakan owner lembaga tersebut, Pelatihan-OSN.com, saya menyampaikan pesan singkat, bahwa tim Titian Teras ikut bergabung, tapi dengan catatan mendaftar terlebih dahulu, lalu untuk biayanya menyusul kemudian.

Karena saya pribadi sudah kenal baik dengan beliau, semua sudah saling percaya bahwa tidak akan ada yang dirugikan dalam penundaan pembayaran tersebut, sampai orang tua siswa menyetorkan sendiri ke rekening yang sudah saya kirimkan dalam grup. Prinsip menjaga amanah yang selalu saya ajarkan kepada anak-anak, mereka lihat dan saksikan sendiri seperti apa saya menunaikannya.

Namun untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Setelah pelaksanaan pembinaan secara daring selesai, lalu biaya yang sudah dijanjikan ditanggung dari anggaran yang sesuai di sekolah, kemudian salah satu tim pengelola menyampaikan, bahwa dana yang saya perlukan untuk menggantikan biaya yang dibayarkan oleh orang tua siswa sudah dicairkan, sejumlah dana tersebut siap dibayarkan kepada saya lalu dilanjutkan mengirimkan ke nomor rekening orang tua masing-masing anak.

Ternyata dana tersebut ditahan oleh pihak tertentu dan tidak mau dibayarkan kepada saya. Entah apa maksud dan tujuan orang tersebut. Apakah ingin menjatuhkan saya dengan orang tua siswa, ataukah ada niat lain. Saya tidak tahu persis tujuan perlakuan tersebut. Saya langsung menyampaikan didalam grup, bahwa dana yang seharusnya diserahkan kepada saya ditahan oleh tangan ajaib. Tapi saya janjikan, bahwa walaupun mengalami penundaan, uang tersebut pasti saya bayarkan, terlepas dibayarkan oleh sekolah atau tidak.

Saya yakin dan percaya, setiap niat baik pasti akan mendapatkan kemudahan, walaupun ada kekuatan aneh yang berupaya menggagalkannya. Demikian juga dengan niat buruk. Sekuat apapun upaya dilakukan, pasti akan kalah pada waktunya. Itu semua saya buktikan kepada anak-anak. Walaupun terlambat, uang dengan status hutang kepada orang tua siswa sudah saya lunaskan tanpa kurang sepeserpun. (Bersambung)

***

~~ Mendalo Mas, 120326 ~~

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post