Belajar Sabar
Tantangan Hari ke-2255
#TantanganGurusiana-7
***
Kita sering mendengar, bahkan sangat sering mendengar pesan bijak yang menggunakan kata "Sabar." Namun sering juga kita meilhat orang yang sama ternyata tidak lebih sabar dari orang lain. Kata-kata indah tersebut seringkali tidak semudah dan seindah yang diucapkan. Berat? Tidak juga. Tergantung kita dalam posisi seperti apa dan suasana hatinya sedang menghadapi masalah atau tidak.
Kata sabar itu sudah menjadi pemandangan sehari-hari saat berada dalam barisan antrian. Kepada kita disuguhkan karakter asli seseorang. Ada yang memang terlihat sangat sabar, ada pula yang akhirnya memperlihatkan arogansinya, ditambah lagi orang tersebut memiliki jabatan dan kuasa lebih dari orang lain. Maka saat tidak mau mengikuti aturan dalam mengantri, ia tampil dengan pongah karena jabatan yang ia pegang. Tidak peduli dan masa bodoh dengan penilaian orang lain.
Nah, saat mudik lebaran, pemandangan antrian menjadi hal biasa. Baik antrian barisan panjang kendaraan di jalan raya, atau saat berbaris rapi di tempat pengisian bahan bakar. Seperti hari ini yang sedang saya alami. Dari rumah memang sudah diniatkan untuk mencari bahan bakar kendaraan. Karena saat mudik hari Minggu (15 Maret), sepanjang perjalanan semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umu (SPBU) jenis Pertalite dalam keadaan kosong.
Akhirnya saya memilih langsung saja bergerak sampai bertemu dengan stasiun pengisian berikutnya. Alhamdulillah sampai masuk kota Bangko, semua dalam kondisi kosong. Kalaupun ada, maka terlihat antrian mobil yang sudah mengular sampai keluar stasiun. Saya dan rombongan memilih berhenti di Masjid Agung, guna menunaikan shalat Zuhur. Kemudian melanjutkan perjalanan. Ternyata sampai di depan rumah, kondisi kendaraan tanpa ada penambahan bakan bakar.
Rabu, 18 Maret, usai menunaikan shalat Zuhur di rumah, tujuan berikutnya adalah mencari SPBU terdekat. Alhamdulillah bertemu dengan antrian yang tidak seberapa. Tapi, ternyata saat saya berada pada antrian ke-11, petugas menyampaikan tangki minyak dalam keadaa habis, lalu harus menunggu mobil tangki Pertamina masuk. Untungnya lagi, selang beberapa menit, dua mobil Tangki masuk. Artinya, saya harus menambah tingkat kesabaran, agar tetap berada dijalur antrian. Daripada pindah ke SPBU yang lain, ternyata antriannya lebih mengerikan. Sabar itu berkah. Jadi dinikmati saja, sambip lidah terus melantunkan istighfar.
***
~~Danau Kerinci, 190326 ~~
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
